PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KESENIAN NANDONG DI SANGGAR SAFAKAT DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KESENIAN NANDONG DI SANGGAR SAFAKAT DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE


Pengarang

Maryulan Ulfa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ari Palawi - 197411102003121003 - Dosen Pembimbing I
Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1906102030029

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Sendratasik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “Perubahan Dan Keberlanjutan Kesenian Nandong Di Sanggar Safakat Desa Lugu Kabupaten Simeulue”. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana perubahan kesenian nandong dalam masyarakat Simeulue dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja perubahan yang terjadi pada kesenian nandong serta keberlanjutannya pada saat ini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, subjek penelitian ini adalah ketua sanggar safakat Desa Lugu dan juga beberapa seniman nandong yang ada di Kabupaten Simeulue, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kesenian nandong yang akan dilihat perubahan apa yang terjadi dan bagaimana keberlanjutan kesenian nandong pada saat ini. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa perubahan yang terjadi pada kesenian nandong. Perubahan ini disebabkan adanya faktor internal dan juga faktor eksternal, faktor internalnya yaitu perubahan yang terjadi dalam kesenian nandong hasil kreatifitas seniman nandong Simeulue, dan faktor eksternalnya yaitu juga berakulturasi dengan kebudayaan barat dengan menggunakan instrument biola yang secara perlahan dapat diterima oleh masyarakat Simeulue. Tidak hanya itu, perubahan juga terjadi pada syair-syair nandong yang terjadi perubahan bahasa yaitu bahasa devayan. Namun penggunaan bahasa jamee pada syair-syair nandong sampai saat ini juga masih digunakan. Namun kurangnya minat kalangan muda terhadap kesenian nandong pada saat ini menjadi kekawatiran bagi keberlanjutan kesenian nandong. Adapun, beberapa upaya pengembangan yang dapat dilakukan untuk keberlanjutan kesenian nandong diantara lain yaitu dikemas dalam bentuk pertunjukan pariwisata, disebarluaskan melalui media sosial, elektronik, dan cetak, kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah, serta pementasan rutin yang diselenggarakan di kabupaten Simeulue.

Kata Kunci : Perubahan, Keberlanjutan, Kesenian nandong

This research is entitled "Change and Sustainability of Nandong Arts in the Safakat Studio, Lugu Village, Simeulue Regency". This research raises the issue of how Nandong art has changed in Simeulue society and its sustainability. This research aims to find out what changes have occurred in Nandong art and its current sustainability. Using a qualitative approach with a descriptive type, the subject of this research is the head of the Safakat studio in Lugu Village and also several Nandong artists in Simeulue Regency, while the object of this research is Nandong art which will see what changes have occurred and how sustainable Nandong art is in At the moment. Data was obtained using observation, interview and documentation techniques. The analysis technique uses data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that there are several changes that have occurred in Nandong art. This change was caused by internal and external factors, the internal factor was the change that occurred in Nandong art as a result of the creativity of Nandong Simeulue artists, and the external factor was also acculturation with western culture by using the violin instrument which was slowly being accepted by the people of Simeulue. Not only that, changes also occurred in the Nandong poetry where there was a change in language, namely devayan language. However, the use of Jamee language in Nandong poetry is still used today. However, the lack of interest among young people in Nandong arts is currently a concern for the sustainability of Nandong arts. Meanwhile, several development efforts that can be made for the sustainability of Nandong arts include packaging it in the form of tourism performances, disseminating it via social, electronic and print media, collaborating with the community and government, as well as regular performances held in Simeulue district. Keywords: Change, Sustainability, Nandong arts

Citation



    SERVICES DESK