HUBUNGAN PREMENSTRUAL COPING DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN PREMENSTRUAL COPING DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

Nurul Ikhwani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darmawati - 197506292002122001 - Dosen Pembimbing I
Dara Ardhia - 198809032019032015 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2012101010083

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

618.172

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala yang timbul beberapa hari sebelum menstruasi. PMS dapat menyebabkan terganggunya aktivitas, konsentrasi dan interaksi sosial. Pengendalian Premenstrual coping yang baik dibutuhkan untuk dapat menghadapi dampak dari gejala premenstrual syndrome. Penelitian ini bertujuan, untuk melihat hubungan premenstrual coping mahasiswi dengan PMS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional study. Populasi berjumlah 449 mahasiswi dengan metode pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling yang berjumlah 235 responden. Pengambilan data melalui pemberian angket kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara premenstrual coping dengan PMS pada mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dengan ρ-value > 0,05 yaitu 0.266 atau tidak berhubungan. Coping religi dengan PMS ρ-value > 0,05 yaitu 0.342 atau tidak berhubungan. Problem focused coping dengan PMS ρ-value < 0,05 yaitu 0.033 atau memiliki hubungan. Emotional focused coping dengan PMS ρ-value < 0,05 yaitu 0.047 atau memiliki hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukannya hubungan antara Premenstrual coping dan PMS disebabkan oleh pengalaman setiap mahasiswi berbeda-beda dan tingkat pemahamannya terkait coping pramenstruasi dalam menghadapi gangguan aktivitas, konsentrasi dan interaksi sosial yang ditimbulkan dari gejala PMS pada mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Saran ke depan, agar tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan maupun promosi kesehatan reproduksi terutama terkait premenstrual coping dan premenstrual syndrome untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan.

Premenstrual syndrome (PMS) comprises symptoms that arise a few days before menstruation. PMS can disrupt activities, concentration, and social interactions. Effective premenstrual coping is needed to face the impacts of premenstrual syndrome symptoms. This study aimed to examine the relationship between premenstrual coping and PMS among female students. This study was a quantitative study with a Cross-sectional study design. The population consisted of 449 female students, and the sampling method used was proportional stratified random sampling with 235 respondents. Data were collected through a questionnaire survey. The results indicated that there was no significant relationship between premenstrual coping and PMS in female students at the Faculty of Nursing, Universitas Syiah Kuala, with a ρ-value > 0.05, namely 0.266, suggesting no correlation. Religious coping and PMS have a ρ-value > 0.05, namely 0.342, suggesting no correlation. Problem-focused coping and PMS have a ρ-value < 0.05, namely 0.033, indicating a correlation. Emotional-focused coping with PMS has a ρ-value < 0.05, namely 0.047, indicating a correlation. The research results showed that there was no relationship between Premenstrual coping and PMS. It was because each student's experience varies in terms of their understanding of premenstrual management to face disruptions in activities, concentration, and social interactions caused by PMS symptoms among female students at the Faculty of Nursing, Universitas Syiah Kuala. Thus, health professionals are expected to provide education and reproductive health promotion to enhance student's knowledge, especially related to premenstrual coping and premenstrual syndrome.

Citation



    SERVICES DESK