<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121202">
 <titleInfo>
  <title>RUANG KETIGA DAN IDENTIFIKASI PEMBENTUKAN HIBRID IDENTITAS MASYARAKAT NON MUSLIM (STUDI KASUS  KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jiwa Arifki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji Hibrid identitas dan ruang ketiga dari masyarakat Kota Banda Aceh dalam upaya adaptasi dan hidup dengan nyaman di Kota Banda Aceh. Non muslim yang tinggal di Kota Banda Aceh yang berupaya adaptasi dan tinggal dan juga menghadapi relasi kuasa yang tidak berimbang. Mengunakan Teori Hibrid idenitas dan Ruang ketiga Homi K Bhabha, pada studi ini berfokus melihat adanya relasi kuasa yang tidak berimbang yang memaksa Non muslim untuk bernegosiasi dalam ruang ketiga. Dengan metode kualitatif dan wawancara tidak terstruktur dengan para Non Muslim yang berdomisi di Kota Banda Aceh, sehingga menghasilkan suatu identitas baru yang di sebut Hibrid identitas Non muslim. Meski ruang Non muslim menghadapi tantangan untuk dapat beradaptasi dengan ruang pertama yakni identitas awal dan ruang kedua Kota Banda Aceh tetapi sebab nilai yang sejalan dengan Nilai kebaikan proses negosiai Non Muslim untuk terciptanya ruang ketiga tidak mengalami kesulitan. Temuan ini melihat negosiasi yang berjalan didalam ruang ketiga sehingga proses pembetukan identitas hibrid akan selalu berhubungan dengan ruang ruang kedua dan tidak menghilangkan sepenuhnya ruang pertama.  Studi ini memperkaya literatur Hibrid identitas dan Ruang ketiga dalam bidang ini dan gambaran penting kemampuan beradaptasi dengan baik saat berada di tempat baru &#13;
Kata Kunci : Non Muslim, Ruang ketiga ,Hibrid identitas,Kota Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121202</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-15 11:45:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-15 14:48:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>