<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121182">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA  PENGARUH PUTARAN SPINDLE  DAN KECEPATAN PEMAKANAN TERHADAP KEAUSAN  PAHAT  HSS PADA MESIN CNC TU-3A</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thabrani Takdir Lubis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keausan pahat disebabkan beberapa faktor, yaitu pemakaian cairan pendingin,   kondisi  pemotongan   dan   geometri  pahat.   Penelitian  ini bertujuan   untuk  mengetahui  tingkat   keausan   dengan  menvariasikan putaran  spindle  dan  kecepatan  pemakanan.  Material yang  digunakan adalah alumunium,  mata pahat  HSS dan mesin yang  digunakan adalah mesin CNC TU-3A freis vertikal merk EMCO.  Pada penelitian ini putaran spindle yang digunakan (1200,  1400 dan 1600) rpm dan kecepatan pemakanan  (80,  100,  dan 120)  mmlmin dengan kedalaman potong 2 mm Diameter pahat  I0 mm.  Pengukuran keausan mata pahat dilakukan menggunakan  measuring  mikroskop,  hasil  pengukuran  keausan menunjukan  nilai  keausan  terendah  pada  putaran  spindle   1400  rpm dengan kecepatan pemakanan  I00 mm/min yaitu 0.060 mm, dan keausan yang terbesar terjadi pada putaran spindle  1600 rpm dengan kecepatan pemakanan 80 mm/min yaitu  0,180 mm.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa untuk melakukan proses pemotongan diperlukan suatu analisa  untuk memilih  nilai putaran  spindle  dan kecepatan pemakanan yang sesuai untuk mendapatkan keausan yang relatif kecil.&#13;
&#13;
Kata  Kunci:  Putaran  Spindle,  Kecepatan Pemakanan, Keausan  Tepi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121182</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-15 09:45:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-15 09:45:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>