<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121167">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Puti Rahayu Nauli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lapis AC-BC  dapat menjadi  lapis penutup paling atas jika tidak ada lapis AC-BC.  Hal ini teriadi pada jalan-jalan yang tidak memiliki beban kendaraan yang terlalu berat, seperti jalan pedesaan.  Secara konvensional penanganan kerusakan&#13;
perkerasan   seperti   keausan,  retak-retak  bleeding,   gelombang  dan  kerusakan surface lainya pada lapisan AC-BC dilakukan dengan memberi lapis tambahan (overlay)   di   atas  perkerasan   lama.   Salah   satu  usaha  yang  dilakukan   untuk menangani   kerusakan   perkerasan   adalah   dengan   memasukkan   zat   aditif antistripping   agents   aspal   ke    dalam   Spesifikasi   Umum   Edisi   2010.   Pada penelitian ini, zat aditif antistripping age»ts yang digunakan adalah Wetfix-BE. Prosedur pengujian dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat, aspal dan aspal  dengan  penambahan  aditif,   kemudian  dilanjutkan  dengan  perencanaan campuran benda uji. Pembuatan benda uji dengan variasi kadar aspal 4,5%;  5,0%; 5,5%; 6,0% dan 6,5% untuk menentukan KAO. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan parameter Marshall  serta evaluasi parameter Marshall sehingga didapat KAO 5,4%. Kemudian direncanakan benda uji berdasarkan KAO dengan   variasi kadar aditif 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4% dan 0,5%. Hasil kadar aditif optimum yang   diperoleh   setelah   pengujian    Marshall   adalah   0,3%.   Hasil   penelitian menunjukkan   nilai   stabilitas   mengalami   peningkatan   hingga   20,07%.   Nilai durabilitas mengalami peningkatan hingga  15,22%. Kenaikan nilai stabilitas dan durabilitas disebabkan oleh kemampuan  zat aditif antistripping agents Wetfix-BE bercampur dengan  aspal  Penetrasi  60/70  sehingga membuat campuran menjadi lebih baik dalam menahan beban. Dengan dilakukannya penelitian ini maka dapat diketahui  pengaruh  penambahan  zat   aditif  antistripping  agents  aspal  untuk campuran  laston  AC-BC  dengan  aspal  Penetrasi  60/70  terhadap  peningkatan stalbilitas   dan   durabilitas   campuran   beton   aspal,   dan   besarnya   persentase penanbahan zat aditif antistripping  agents aspal yang optimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-14 14:10:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-14 14:10:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>