<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121166">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK (PMBA) STUNTING DAN NON STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BUDIADARI ZAHRATUL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting masih menjadi masalah nutrisi utama bagi anak-anak Aceh termasuk wilayah Aceh Besar. Praktik Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) menjadi salah satu faktor penting pencegahan utama yang perlu di eksplorasi pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran praktik PMBA stunting dan non stunting di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif, dengan sampel ibu yang mempunyai batita 12-36 bulan yang terbagi menjadi 36 orang dari kelompok stunting dan 72 orang dari kelompok non stunting menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Infant and Young Child Feeding Practice Monitoring Tool and Guide oleh USAID’s IYCN Project 2011. Analisa yang digunakan adalah Distribusi Frekuensi. Hasil penelitian didapatkan 100% ibu dari batita stunting belum mempraktikkanPMBA sesuai ketentuan. Hanya 37% ibu pada kelompok anak non stunting yang melakukan PMBA yang sesuai. Sebanyak 63,9% ibu yang menggunakan botol susu di kedua kelompok. Frekuensi pemberian MP-ASI pada anak 12-23 bulan kurang dari 3 kali dalam sehari pada kelompok stunting (66,7%) dan non stunting (34,7%), dan sebanyak 80,6% anak stunting tidak mencapai konsumsi MP-ASI yang memadai pada usia 18-23 bulan, sementara pada kelompok non stunting adalah 25%. Pada usia 6 bulan, pemenuhan nutrisi anak perlu didampingi dengan MP-ASI dengan memerhatikan waktu pemberian, jumlah, frekuensi, kebersihan, responsive feeding, dan tekstur dari MP-ASI. Saran bagi kader/tenaga Kesehatan setempat untuk menyusun program seperti demonstrasi pembuatan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak untuk perubahan perilaku ibu dan upaya pencegahan stunting lebih intensif dan mendukung praktik PMBA yang baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121166</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-14 14:07:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-14 14:13:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>