<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121144">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI PENGARUH JUMLAH DAN BENTUK GEOMETRI SALURAN GARAM FUEL TERHADAP DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA TERAS MOLTEN SALT REACTOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amelya Dwiyulianti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang pengaruh jumlah dan bentuk geometri saluran garam fuel terhadap distribusi temperatur pada teras Molten Salt Reactor telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan perubahan distribusi temperatur yang terjadi jika jumlah dan bentuk geometri saluran dengan variasi temperatur masukan garam fuel divariasikan. Metode yang digunakan adalah Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan perangkat lunak Ansys Fluent. Volume saluran dibuat tetap sebesar 0,002689 m3, dimana jari-jari saluran lingkaran sebesar 0,0208 m, sisi saluran persegi 0,0369 m dan sisi saluran segienam 0,0229 m dengan tinggi moderator 1,98 m. Hasil simulasi dengan variasi jumlah channel menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah saluran garam fuel maka akan semakin besar temperatur yang didistribusikan pada bagian sekitar saluran dan dengan penambahan jumlah saluran sebanyak empat menghasilkan selisih temperatur sebesar 4 K lebih tinggi daripada satu saluran pada bagian outlet. Perbedaan temperatur inlet juga menyebabkan distribusi temperatur yakni semakin besar temperatur masukan garam maka akan semakin besar temperatur yang didistribusikan pada grafit di sekitar saluran serta dengan penambahan temperatur sebesar 69 K akan menghasilkan peningkatan temperatur keluaran sebesar 1-2 K pada bagian outlet. Hasil simulasi pengaruh bentuk geometri saluran garam fuel menunjukkan semakin banyak sudut geometri garam akan dihasilkan distribusi temperatur yang tidak merata. Perbedaan bentuk geometri lingkaran, persegi dan segienam dihasilkan selisih temperatur 1-2 K pada bagian outlet, dengan segienam memiliki selisih terbesar antara inlet dan outlet. Selisih yang besar antara inlet dan outlet ini memiliki kemungkinan terjadinya peristiwa natural convection lebih besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi temperatur dalam teras MSR akan mengalami perubahan jika jumlah saluran meningkat, bentuk geometri saluran diubah dan temperatur masukan divariasikan.&#13;
Kata kunci: Saluran garam, geometri, distribusi temperatur, Molten Salt Reactor, Computational Fluid Dynamics (CFD), Ansys Fluent.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEMPERATURE - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REACTORS - NUCLEAR ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>536.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121144</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-14 10:17:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-14 11:49:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>