<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121123">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADIA AMELIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pasal 39 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi: Barang-barang kepunyaan terpidana yang diperoleh dari kejahatan atau yang sengaja dipergunakan untuk melakukan kejahatan, dapat dirampas. Namun, terdapat barang bukti sepeda motor yang tidak memiliki hubungan khusus pada suatu tindak pidana disita dan dirampas untuk negara. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pertimbangan penyidik dalam penyitaan barang bukti sepeda motor pada tindak pidana penipuan dan untuk menjelaskan pertimbangan hakim dalam putusan perampasan barang sitaan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penyidik menyita suatu barang bukti berdasarkan keterangan-keterangan saksi yang diperoleh pada saat pemeriksaan saksi-saksi, yang dimana tujuan disita barang bukti tersebut ialah untuk menjadi barang bukti di dalam persidangan, ada beberapa barang bukti yang dengan sengaja diamankan oleh penyidik di karenakan dinilai berbahaya seperti senjata tajam atau senjata api. Dan penelitian ini juga menjelaskan pertimbangan hakim terhadap perampasan. Hakim melakukan perampasan untuk negara dengan barang bukti yang memiliki nilai ekonomis nantinya barang bukti tersebut akan di lelang sehingga negara mendapat manfaat dari hal itu. Perampasan yang bertujuan untuk dimusnahkan ialah barang bukti yang tidak boleh digunakan oleh masyarakat umum.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121123</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-13 11:22:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-13 11:26:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>