KAJIAN BARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG PENDIDIKAN (STUDI KASUS BANGUNAN GEDUNG PENDIDIKAN PADA WILAYAH TIMUR PROVINSI ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN BARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG PENDIDIKAN (STUDI KASUS BANGUNAN GEDUNG PENDIDIKAN PADA WILAYAH TIMUR PROVINSI ACEH)


Pengarang

Vadilla Harida - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010124

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.177

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Harga Satuan Tertinggi Bangunan Gedung Negara merupakan pedoman perencanaan anggaran yang digunakan oleh pemerintah untuk membangun suatu gedung negara. Faktor lokasi dan waktu pembangunan akan mempengaruhi besamya biaya pembangunan, sehingga harga bangunan gedung negara akan berbeda di setiap Kabupaten/Kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan proporsi biaya dari tiap komponen pekerjaan dan memprediksikan model harga satuan berdasarkan luas bangunan. Data sekunder yang digunakan sebanyak 56 dokumen kontrak bangunan gedung pendidikan dengan klasifikasi bangunan gedung sederhana yang pelaksanaan pembangunannya dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Hasil pengolahan data untuk proporsi biaya komponen dibandingkan dengan persentase biaya menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Pemodelan harga satuan dilakukan dengan metode analisa regresi tinier sederhana, regresi berganda dan menggunakan nilai indeks biaya yang diperoleh dari serangkaian data biaya pada tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil analisa data dapat dilihat adanya perbedaan antara persentase biaya komponen yang dihasilkan dengan persentase biaya komponen berdasarkan Pennen PU No. 45. Model harga satuan yang diperoleh adalah analisa regresi sederhana dan
analisa regresi berganda, namun model analisa regresi berganda yang dipilih untuk digunakan karena nilai R2 sebesar 1 dan tingkat validasi lebih kecil 15%. Dimana Y adalah harga satuan, X adalah inflasi dan X adalah kurs dengan model harga satuan di Kabupaten Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar Y=2208,015+ 6,225X1+ 0,009772X2 Pidie dan Pidie Jaya Y=301,111+107,890X1 +0,04415X2 Bireun, Lhokseumawe dan Aceh Utara Y= -206,809+148,292X1+ 0,08704X2 dan Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang Y=1065,903+37,420X1+0,02099X2 dapat direkomendasikan untuk memprediksi harga satuan di tahun yang akan datang.
















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK