<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121033">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KITOSAN TERSULFONASI DARI KULIT UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PERAIRAN ACEH TERHADAP  PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NINDYTHA HALIDZYA FEBA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies dominan dalam budidaya udang. Limbah kulit udang memiliki kandungan kitin sekitar 15-40%. Kitosan merupakan senyawa turunan dari kitin yang memiliki sifat antimikroba dari adanya kandungan enzim lisozim dan gugus aminopolisakarida yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Reaksi sulfonasi pada kitosan dapat digunakan untuk meningkatkan sifat antibakteri kitosan. Staphylococcus aureus merupakan bakteri komensal yang dapat berperan sebagai patogen penyebab infeksi pada mulut dan dikenal akan resistensinya terhadap antibiotik, sehingga penting untuk menemukan alternatif antibakteri lain seperti kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi kitosan tersulfonasi dari kulit udang Vaname perairan Aceh yang berpengaruh terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris menggunakan post-test only control group design dengan perlakuan kitosan tersulfonasi konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 7%, antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif dengan empat kali pengulangan. Hasil uji FTIR menunjukkan kitosan telah berhasil tersulfonasi dengan adanya pita serapan C-O-S vibrasi gugus C-O-SO3 yang ditunjukkan pada bilangan gelombang 862,18 cm-1 dan diperoleh hasil derajat deasetilasi sebesar 58%. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa kitosan tersulfonasi dari kulit udang Vaname perairan Aceh memiliki kemampuan daya hambat yang bermakna terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dapat disimpulkan bahwa kitosan tersulfonasi dari kulit udang Vaname (Litopenaeus vannamei) perairan Aceh pada konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 7% mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121033</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-07 11:55:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-28 09:52:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>