<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121009">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGARUH PENAMBAHAN  GYPSUM TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONGRNMONTASIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini bertujuan  untuk   mengetahui   pengaruh   penambahan   bubuk  gypsum terhadap  nilai CBR tanah lempung  yang berasal  dari  Desa Cot Seunong  Kecamatan Montasik   Kabupaten   Aceh   Besar.  Tanah  tersebut   menurut   ldasifikasi   AASHTO tergolong  jenis  tanah  berlempung   dengan  simbol  kelompok   A-7-6  (57).  Menurut&#13;
uses termasuk  golongan  tanah  lempung  dengan  indeks  plastisitas  tinggi  (51,27%)&#13;
dan  diberi  simbol  CH (clay high).  Bubuk  Gypsum  berasa1 dari  PT.  Knauf  Gypsum&#13;
Indonesia.  Penambahan  bubuk  gypsum  dilakukan  dengan  variasi  3%, 6%,  9%  dan&#13;
12% dari  berat tanah kering. Pengujian CBR  (California Bearing Ratio) dilakukan dengan menggunakan  alat CBR  test. Benda uji tersebut dibuat pada kondisi kadar air optimum   (OMC)  yang  didapat   pada pengujian  pemadatan.   Jumlah   benda  uji  30 sampel,  masing-masing   15 sampel pada  kondisi  tidak  terendam  dan  15 sampel pada kondisi sampel terendam  selama 4 hari dengan  mengukur  nilai pengembangan.  Hasil pengujian  ini memperlihatkan  bahwa  pengujian  CBR  pada  kondisi   sampel  tidak terendam  diperoleh  nilai  CBR  tanah asli  16,70%,  pada penambahan  bubuk  gypsum&#13;
3%  meningkat  sebesar   50,240%,   pada 6%  sebesar   60,419%,   pada   9%   sebesar&#13;
73,413%  dan pada  12  % sebesar  102,036%.  Pada  kondisi  terendam  diperoleh  nilai&#13;
CBR  tanah  asli  9,89%,  pada  penambahan   bubuk  gypsum  3%  meningkat   sebesar&#13;
11,223%,  pada  6% sebesar  5,763%, sedan gkan  pada 9%  menurun  sebesar  22,245%,&#13;
clan  pada 12  %  menurun   sebesar  36,198%.  Dengan  demikian  penambahan   bubuk gypsum  berpengaruh   terhadap   nilai  CBR  tanah  lempung  yaitu  daya  dukung  tanah dalam  keadaan  kering  akan meningkat seiring  dengan  penambahan   bubuk  gypsum sampai  12% dan daya dukung  tanah  dalam  keadaan  terendam  akan menurun setelah penambahan  9% dan  12%  bubuk: gypsum.  Hal ini disebabkan  oleh reaksi dari unsur- unsur   di  dalam   bubuk   gypsum   yang  mempengaruhi    struktur   butiran   dari  tanah lempung.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-06 16:05:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-06 16:05:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>