<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120982">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK MENGGUNAKAN TEIINOLOGI DWDM BERPENGUAT EDFA PADA LINK BANDA ACEH-MEDAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurhafia Hanafiah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam Tugas Akhir ini dilakukan perencanaan sistem komunikasi  serat optik dengan menggunakan teknologi Dense  Wavelength Division Multiplexing (DWDM) berpenguat Erbium Doped Fiber Amplifer (EDFA.) pada link Banda Aceh-Medan.&#13;
Perencanaan ini dilckukan untuk menggantikan jaringan Gelombang Mikro Digital yang terpasang saat ini karena mengingat teknologi ini sudah tidak memadai dalam mendukung jasa layanan telekomunikasi yang baru.  Sistem  komunikasi  serat optik dengan  teknologi  DWDM  ini  dapat  memberikan  bangwidth  yang  besar,  kapasitas kanal  yang  besar,  fleksibel,  dan  memiliki  tingkat  kehandalan  yang  tinggi.  Pada perencanaan SKSO yaitu Link Banda Aceh-Medan  dengan jarak 607 km digunakan serat optik singelemode dengan konfigurasi jaringan point to point dengan laju bit 10 Gbps. Berdasarkan hasil perhitungan  sistem jaringan dan power budget diperoleh bahwa jarak tanpa pengulang adalah 119,8 lm dengan sensivitas penerima -39,9 dBm, jarak antar  pengulang  43  kin dengan  sensivitas  penerima  -16,9  dBm,  sedangkan jarak pengulang  terakhir  dengan  penerima  loo,2  kin  dengan  seusivitas  penerima  -34,1 dBm, dibutuhkan pengulang sebanyak 9 buah.  Perhitungan SNR diperoleh sebesar 21,8 dB sehingga memenuhi syarat SKSO yaitu BER 10-9 . Berdasarkan  perhitungan   diperoleh   jarak   batasan   dispersi   sebesar   178   km   sehingga membutuhkan  Fiber Bragg    Gratting (FBG)   sebagai  pengkompensasi   dispersi sebanyak  3  buah.  Batasan  dispersi  sistem  sebesar  69,8  ps  sedangkan  rise time maksimal yang diperbolehkan pada laju format NRZ pada laju bit 10 Gbps adalah 70 ps, hal ini menunjukkan bahwa jaringan SKSO ini dapat diterapkan dengan baik pada Link Banda Aceh-Medan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120982</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-05 15:48:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-05 15:48:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>