<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120967">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA THERMODINAMIKA MOTOR TURBOJET</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Bahroum Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada  awal perkembangan pesawat  terbang  menggunakan  motor bakar  torak  untuk  memutar  propeller.   Sampai  sekarang   motor bakar   torak  masih  merupakan  pembangkit   daya  yang  banyak dipakai    untuk   pesawat   terbang   ukuran   kecil.   Adapun   yang sekarang  ditinjau adalah turbin gas yaitu  suatu mesin penggerak dengan gas sebagai fluida kerjanya,  dimana  energi  fluida kerja yang  dipergunakan  untuk melakukan kerja memutar  roda  turbin. Semburan turbin (turbo jet) bekerja menurut siklus brayton terbuka yang  sebagian  energinya   berasal  dari  energi  kinetik  gas  yang keluar, pengaruh pemadatan (rameffect)  udara yang  masuk dapat dimanfaatkan   untuk mengurangi  kerja  kompressor.  Oleh karena alasan ini,  siklus termodinamika turbin gas untuk propulsi  sedikit berbeda  dengan  siklus  brayton  untuk pembangkit  daya  stasioner ataupun  otomatif.dan gaya  dorong  (trust) yang dihasilkan  mesin akan berkurang seiring dengan bertambah tingginya mesin dioperasikan   dari   permukaan   laut,   hal   ini   disebabkan   oleh kerapatan udara yang semakin tipis pada ketinggian yang semakin tinggi,  seperti  pada  ketinggian  1000 m  dibutuhkan  gaya dorong sebesar 13.482 kN&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci :  Turbin, Gaya dorong&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120967</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-05 12:10:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-05 12:10:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>