<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120960">
 <titleInfo>
  <title>A DESCRIPTIVE STUDY OF THE TYPES AND FACTORS THAT INFLUENCE THE INDONESIAN-ENGLISH CODE MIXING ON WHATSAPP STATUS USED BY ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAFFIRA ADINDA SYANAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Campur kode adalah penggabungan dua bahasa atau lebih dalam satu kalimat. Pelajar pada umumnya sering menggunakan campur kode di media sosialnya yaitu WhatsApp Status. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis campur kode yang paling banyak digunakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan campur kode Indonesia-Inggris di media sosial oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori jenis campur kode yang dikemukakan oleh Musyken (2000) dan faktor-faktor campur kode yang dikemukakan oleh Kim (2006). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis isi dan angket. Dari hasil yang diperoleh, terdapat 42 jenis campur kode berdasarkan Status WhatsApp siswa Pendidikan Bahasa Inggris. Jenis yang paling dominan adalah penyisipan sebesar 56,25 %, diikuti oleh pergantian sebesar 22,92 %, dan yang terakhir adalah leksikalisasi kongruen sebesar 20,83 %. Untuk faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan campur kode, yang pertama adalah kosakata sebesar 82,91%, penutur dan mitra tutur sebesar 79,44%, sosial komunitas sebesar 78,75%, situasi memperoleh 68,13%, kedwibahasaan mencapai 65,83%, dan prestise sebesar 60,41%. . Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alat tambahan untuk meningkatkan keterampilan kosakata bahasa Inggris dan panduan penggunaan campur kode secara proporsional dalam pembelajaran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120960</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-05 11:08:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-05 11:17:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>