<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12095">
 <titleInfo>
  <title>EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK BINAHONG TERHADAP KERUSAKAN HATI TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DENGAN PARASETAMOL DOSIS TOKSIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairi Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Parasetamol merupakan  obatanalgesik antipiretik yang dapat ditemukan dan dijual secara bebas sehingga penggunaan dari obat ini tidak dapat terpantau dengan baik.Parasetamol yang digunakan melebihi batas terapi dapat mengakibatkan terjadinya kematian sel hati.Binahong merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan flavonoid yang berguna untuk melawan radikal bebas yang terdapat pada hati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat hepatoprotektif ekstrak binahong terhadap kerusakan hati tikus wistar yang diinduksi dengan pemberian parasetamol.Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu dengan menggunakan metode Post Test Only Control Group Design.Hewan coba yang digunakan adalah 25 tikus Wistar Jantan yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu 1 kelompok K1(kontrol), 1 kelompok perlakuan yang diberi parasetamol dosis toksik (P1), dan 3 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak binahong dengan 3 konsentrasi (P2 (30%), P3 (50%), P4 (70%)) serta diinduksi dengan parasetamol dosis toksik. Gambaran mikroskopik kerusakan hati merupakan parameter dalam penelitian ini.Data yang didapat dianalisis dengan uji Saphiro wilk dan Levene, kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan Man Withney.Hasil penelitian menunjukkan kelompok P4 memiliki efek hepatoprotektif yang baik ditandai dengan kerusakan hati yang minimal, dengan perbedaan bermakna (p &lt; 0.05) yaitu sig (0,014).&#13;
Kata Kunci : Parasetamol, Hati, Binahong &#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HEART DISEASES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DRUGS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>12095</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-29 12:36:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-28 14:40:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>