<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120868">
 <titleInfo>
  <title>PENCAMPURAN HERBISIDA METRIBUZIN, OKSIFLUORFEN DAN PENDIMETHALIN PADA TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L MERRILL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AULIA RAHMAD.AJ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gulma merupakan salah satu masalah utama yang mengakibatkan penurunan hasil tanaman kedelai. Pencampuran herbisida sering dilakukan karena lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan herbisida untuk mengendalikan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat dari pengaplikasian herbisida metribuzin, oksiflourfen, pendimethalin secara tunggal dan campuran terhadap hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Bantaran Krueng Aceh, Cot irie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Pengelolaan Gulma, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Juni hingga Septemper 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Peubah yang diamati adalah bobot kering gulma, persentase keracunan tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 butir, dan hasil biji kering. Aplikasi herbisida metribuzin, oksiflourfen, pendimethalin secara tunggal dan campuran berpengaruh sangat nyata terhadap indeks keracunan tanaman pada umur 1 dan 2 MST, berpangaruh nyata terhadap indeks keracunan tanaman umur 3 dan 4 MST, serta berpengaruh terhadap bobot kering gulma, indeks persentase keracunan tanaman, bobot biji pertanaman dan hasil biji kering tanaman. Namun tidak berpengaruh terhadap, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 butir. Campuran herbisida  metribuzin 0,4 kg b.a ha-1 + oksiflourfen 0,4 kg b.a ha-1 + pendimethalin 0,4 kg b.a ha-1 menunjukkan presentase keracunan tanaman terendah, menurunkan bobot kering gulma, meningkatkan hasil biji kering, meningkatkan tingkat persistensi serta mampu mengurangi resistensi gulma terhadap herbisida.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120868</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-01 17:11:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-04 08:20:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>