KAJIAN ETNOBOTANI DAN BIOPROSPEKSI TUMBUHAN BERGUNA MASYARAKAT SUKU TAMIANG PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN ETNOBOTANI DAN BIOPROSPEKSI TUMBUHAN BERGUNA MASYARAKAT SUKU TAMIANG PROVINSI ACEH


Pengarang

Cut Azura Izatul Nufus - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saida Rasnovi - 197111131997022002 - Dosen Pembimbing I
Wira Dharma - 197105232006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208204010010

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S2) / PDDIKTI : 46101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Biologi Unsyiah., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Setiap suku memiliki tradisi dalam pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan secara
etnobotani salah satunya adalah masyarakat Suku Tamiang. Masyarakat menyadari
adanya potensi pemanfaatan tumbuhan, sehingga menciptakan peluang ekonomi yang
cukup besar menuju bioprospeksi. Dalam penelitian ini, metode Participatory Rural
Appraisal (PRA) digunakan untuk mengumpulkan data dengan melibatkan peran
masyarakat secara aktif. Teknik wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menggali
informasi etnobotani dari suku Tamiang. Dari hasil analisis slovin didapatkan 600
responden dengan rentang usia 35 hingga 94 tahun. Pemilihan responden dilakukan
melalui snowball sampling. Penentuan lokasi kecamatan terpilih 6 kecamatan dari total
12 kecamatan melalui purposive sampling, berdasarkan keberadaan jumlah Suku
Tamiang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 324 spesies tumbuhan dari 85 Famili
yang digunakan oleh masyarakat Suku Tamiang dalam kehidupan sehari-hari. Dari
responden tersebut, terlihat bahwa kategori usia produktif, khususnya usia 34-44 tahun,
aktif dalam melakukan pemanfaatan tumbuhan. Terdapat 10 kategori penggunaan jenis
tumbuhan yaitu obat, pangan, rempah, pembungkus makanan, rokok, bahan bangunan,
anyaman, kayu bakar, pakan ternak dan ritual pernikahan dan tolak bala. Tumbuhan
yang paling banyak dimanfaatkan dalam kategori tersebut adalah A. elongata, M.
oleifera (obat), C. esculenta, C. nucifera (pangan), G. atroviridis, A. cepa (rempah), M.
acuminata, C. fruticose (pembungkus makanan), X. undipes (rokok), N. fruticans, B.
spinosa (bahan bangunan), E. guineensis, P. crassipes (anyaman), H. brasiliensis, C.
nucifera (kayu bakar), M. esculenta, M. paradisiaca (pakan ternak) dan K. pinnata, A.
pinnata (ritual adat dan tolak bala). Ditemukan bahwa jenis tumbuhan berguna yang
memiliki nilai ICS tertinggi pada Kecamatan Seruway, Rantau, dan Tenggulun sebagai
prospeksi tumbuhan dalam pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan berguna.
Kata kunci: Bioprospeksi, Etnobotani, Tumbuhan berguna, Snowball sampling

Each tribe has a tradition in the utilization and management of plants in ethnobotany, one of which is the Tamiang tribe. The community realizes the potential of plant utilization, thus creating considerable economic opportunities towards bioprospection. In this study, the Participatory Rural Appraisal (PRA) method was used to collect data by actively involving the community. Semi-structured interview techniques were conducted to explore ethnobotanical information from the Tamiang tribe. From the results of the Slovin analysis, 600 respondents with an age range of 35 to 94 years were obtained. Snowball sampling was used to select respondents. Determination of the location of the selected sub-district 6 sub-districts from a total of 12 sub-districts through purposive sampling, that there is the largest number of Tamiang Tribe. The results showed that there were 324 species from 85 families used by the Tamiang people in their daily lives. Of these respondents, it can be seen that the productive age category, especially the age of 34-44 years, is active in utilizing plants. There are 10 categories of plant species use, namely medicine, food, spices, food wrapping, cigarettes, building materials, weaving, firewood, animal feed and marriage rituals and warding off bad luck. The categories are plants A. elongata, M. oleifera (medicine), C. esculenta, C. nucifera (food), G. atroviridis, A. cepa (spice), M. acuminata, C. fruticose (food wrapping), X. undipes (cigarette), N. fruticans, B. spinosa (building material), E. guineensis, P. crassipes (wicker), H. brasiliensis, C. nucifera (firewood), M. esculenta, M. paradisiaca (animal feed) and K. pinnata, A. pinnata (traditional rituals and warding off bad luck). It was found that useful plant species that have the highest ICS value in Seruway, Rantau, and Tenggulun sub-districts as prospective plants in the utilization and management of useful plants. Keywords: Bioprospection, Ethnobotany, Useful plant, Snowball sampling

Citation



    SERVICES DESK