PENGARUH KUAT TEKAN BETON TERHADAP KAPASITAS LENTUR DAN DAKTILITAS BALOK SANDWICH PRACETAK SUATU PENELITIAN DENGAN MENGGUNAKAN BALOK SANDWICH DENGAN KUAT TEKAN BETON 20 MPA; 30 MPA DAN 40 MPA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KUAT TEKAN BETON TERHADAP KAPASITAS LENTUR DAN DAKTILITAS BALOK SANDWICH PRACETAK SUATU PENELITIAN DENGAN MENGGUNAKAN BALOK SANDWICH DENGAN KUAT TEKAN BETON 20 MPA; 30 MPA DAN 40 MPA


Pengarang

MURTADHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941110981

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.183 4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton terhadap
kapasitas lentur dan daktilitas balok sandwich pracetak. Benda uji yang menjadi
objek penelitian ini adalah balok sandwich yang terbuat dari gabungan beton dan baja
profil dengan ukuran 90 mm x 300 mm x 2000 mm. Mutu beton yang direncanakan
bervariasi yaitu 20 MPa; 30 MPa dan 40 MPa, sedangkan profil baja yang digunakan
dalam penelitian ini adalah profil baja siku dengan ukuran (45.45.2,2) mm dan
(45.45.2,8) mm. Pada bagian atas balok dipasang 2 buah baja siku (45.45.2,2) mm
yang dihubungkan dengan las dan pada bagian bawah dipasang 2 buah baja siku
(45.45.2,8) mm yang juga dihubungkan dengan las dan ditambah dengan plat strip
dengan ukuran (2,8x45) mm. Alat sambung yang digunakan adalah baut 5/8 inchi
yang berfungsi sebagai shear connector. Jumlah benda uji balok adalah 3 buah dan 30
buah benda uji silinder beton dengan ukuran 150 mm dan tinggi 300 mm sebagai
benda uji kontrol mutu beton. Pengujian lentur yang dilakukan pada balok sandwich
ini dilakukan dengan meletakkan balok di atas dua tumpuan dengan jarak antar
tumpuan 180 cm dan kemudian dibebani dengan dua buah beban terpusat dengan
jarak antara kedua beban tersebut adalah 20 cm. Balok dibebani secara bertahap
hingga mencapai beban puncak. Setiap tahapan beban dicatat lendutan, regangan
baja tekan, regangan baja tarik serta diamati pola retak yang terjadi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa semakin besar kuat tekan beton maka kapasitas lentur dan
daktilitas balok sandwich pracetak juga semakin meningkat. Pada keadaan yield,
kapasitas lentur balok dengan kuat tekan beton 20 MPa; 30 MPa dan 40 MPa adalah
masing-masing sebesar 4,772 tm; 4,900 tm dan 5,318 tm. Peningkatan kapasitas
lentur balok dengan kuat tekan beton 30 MPa dan 40 MPa terhadap balok dengan
kuat tekan beton 20 MPa adalah masing-masing sebesar 2,675 % dan 11,436 %.
Sedangkan pada keadaan ultimit, kapasitas lentur balok dengan kuat tekan beton 20
MPa; 30 MPa dan 40 MPa adalah masing-masing sebesar 5,477 tm; 5,702 tm dan
6,947 tm. Peningkatan kapasitas lentur balok dengan kuat tekan beton 30 MPa dan
40 MPa terhadap balok dengan kuat tekan beton 20 MPa adalah masing-masing
sebesar 2,322 % dan 2,437 %. Sedangkan daktilitas berdasarkan lendutan pada balok
dengan kuat tekan beton 20 MPa; 30 MPa dan 40 MPa adalah masing-masing sebesar
2,006; 2,777 dan 4,141. Peningkatan daktilitas balok dengan kuat tekan beton 30
MPa dan 40 MPa terhadap balok dengan kuat tekan beton 20 MPa adalah masing-
masing sebesar 38,373 % dan 106,410 %.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK