ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL BERLENGAN EMPAT (STUDI KASUS PADA PERSIMPANGAN BUNDARAN LAMNYONG, BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL BERLENGAN EMPAT (STUDI KASUS PADA PERSIMPANGAN BUNDARAN LAMNYONG, BANDA ACEH)


Pengarang

Noviar Chaliq - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persimpangan JI. T. Nyak Arief, JI. Rukoh Utama - JI. Lingkar Kampus merupakan persimpangan tak bersinyal berlengan empat yang diatur dengan bundaran. Tundaan, antrian yang terjadi pada persimpangan ini sangat tinggi disebabkan oleh volume lalu lintas yang terus bertambah, dan tata letak persimpangan yang menghubungkan dengan kawasan pendidikan. Pada kasus ini antrian kendaraan terlihat di setiap lengannya baik jam puncak pagi, siang dan sore hari. Data yang dikumpulkan berupa data volume lalu-lintas yaitu pada hari Rabu, Kamis dan Sabtu pada pagi pukul 07.00-09.00 WIB, siang 12.00-14.00 WIB, dan sore 17.00-19.00 WIB. Volume lalu-lintas tersebut kemudian diolah dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) untuk mendapatkan parameter simpang. Berdasarkan basil pengolahan data, hasil perhitungan pada kondisi eksisting (Do-Nothing) diperoleh volume puncak 3832 smp/jam, kapasitas (C) 2913 smp/jam, peluang antrian rata-rata (QPe.) 19%-43% dan derajat kejenuhan (DS) 0,805. Menurut (MKJI, 1997 : 4-16) perilaku lalu lintas berupa derajat kejenuhan > 0,75 selamajam puncak harus dihindari, karena dapat menyebabkan terjadinya tundaan dan peluang antrian yang tinggi pada persimpangan. Hasil setelah dilakukan perbaikan (Do-Something) diperoleh kapasitas (C) 4077 smp/jam, peluang antrian rata-rata (QPes.) 10%-24% dan derajat kejenuhan (DS) 0,652 < 0,75 memenuhi syarat. Perbaikan yang dilakukan pada penanganan simpang ini yaitu dengan melakukan perubahan geometrik bundaran dan pelebaran diameter bundaran dari 8 m (Do-Nothing) menjadi 14 m (Do-Something) sesuai dengan standar Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI,
1997).



Kata kunci : bundaran, kinerja simpang, kapasitas, volume lalu-lintas, tundaan lalu-lintas, peluang antrian.





















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK