<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120784">
 <titleInfo>
  <title>PARENTAL INVOLVEMENT IN ASSISTING CHINESE CHILDREN TO LEARN ENGLISH IN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jacqueline Lie</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  KIP  Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembelajaran bahasa Inggris pada usia dini diyakini akan menghasilkan peningkatan kemampuan berbahasa anak secara signifikan. Keterlibatan orang tua dinilai memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua/asing. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa para orang tua di Tiongkok secara aktif melibatkan diri dalam membantu anak-anak mereka belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji jenis keterlibatan orang tua yang dilakukan oleh orang tua Tionghoa dan peran mereka dalam membantu anak-anak mereka belajar bahasa Inggris di Banda Aceh. Fokus penelitian ini adalah enam jenis keterlibatan orang tua (mengasuh anak, berkomunikasi, menjadi sukarelawan, mengawasi anak belajar di rumah, pengambilan keputusan, dan berkolaborasi dengan masyarakat) dan lima peran orang tua (motivator, model, fasilitator, sumber ilmu, dan koordinator). ) dalam pendidikan anak oleh Epstein (2011). Subyek penelitian ini adalah sepuluh orang tua Tionghoa, tujuh ibu dan tiga ayah, yang mendaftarkan anaknya untuk belajar bahasa Inggris usia dini di kursus privat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Cina melakukan empat jenis keterlibatan orang tua: mengasuh anak, berkomunikasi, mengawasi anak belajar di rumah, dan mengambil keputusan. Selain itu, mereka memenuhi lima peran orang tua dalam pembelajaran bahasa anak: motivator, model, fasilitator, sumber pengetahuan, dan koordinator. Karena penelitian ini membatasi keterlibatan orang tua dalam pembelajaran bahasa Inggris anak-anak di tingkat sekolah dasar, disarankan agar penelitian lebih lanjut ditujukan untuk menguji keterlibatan orang tua dalam pembelajaran bahasa Inggris anak-anak di berbagai tingkat pendidikan seperti tingkat sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120784</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 23:03:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-28 11:16:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>