<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120769">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERSENTASE JUMLAH AGREGAT PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON (SUATU PENELITIAN BETON DENGAN FAKTOR AIR SEMEN 0,35; 0,40 DAN 0,45)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nofi Ariyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini bertujuan  untuk. mengetahui   pengaruh   persentase  jumlah  agregat terhadap    kuat   lentur   beton   pada   campuran    beton   normal.   Benda   uji   yang digunakan   adalah   benda  uji  balok  beton  berukuran   15   cm  x  15   cm  x 60  cm berjumlah  90 benda uji. Faktor air semen yang digunakan  adalah  0,35; 0,40; 0,45, tinggi   slump  750-100   mm  dan  diameter   agregat   maksimum   yang   digunakan 25,4 mm.  Pengujian  kuat lentur dilakukan pada saat beton  berumur  7 dan 28 hari.&#13;
Standar  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  American  Concrete  Institute&#13;
(ACI),  American   Society  for  Testing  and  Materials  (ASTM),  British   Standard (BS),  dan Peraturan   Beton  Indonesia  (PBI-1971 ).  Pada  penelitian  ini pengujian beton  dibedakan  dalam  tiga  variasi  persentase  jumlah agregat  yaitu  (60%; 70%; dan  80%).  Perencanaan  campuran   beton  didasarkan  pada  metode perbandingan berat  material.   Semen  yang  digunakan   adalah   PC  (Portland Cement)  Tipe  I. Untuk merekam  hasil  data  pada  saat  pengujian (beban  dan  defleksi)    digunakan portable  data logger,  dan untuk  pengujian  kuat  lentur  beton  digunakan   mesin pembebanan  pressure gauge berkapasitas  100 ton  buatan  pabrik  Marvin Jepang. Analisa  varian  yang dipilih  adalab  analisis  varian klasifikasi  dua arah  modal efek tetap. Analisis  regresi  yang digunakan  adalah  analisis  polinomial  berganda.  Hasil perhitungan  analisis  varian  menunjukkan bahwa  ad.a pengaruh  yang nyata  antara persentase   agregat   terhadap  kuat  lentur   beton.   Kuat   lentur   beton  maksimum terjadi  pada persentase jumlah agregat  70% untuk  setiap FAS dan umur pengujian sesuai dengan yang disarankan  oleh standar ACI.&#13;
&#13;
Kata kunci: Persentase jumlah agregat, FAS, umur dan kuat lentur.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120769</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 15:50:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 16:30:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>