Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA TINGKAT KINERJA PERSIMPANGAN TANPA LAMPU LALU LINTAS BERDASARKAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI 1997) (STUDI KASUS SIMPANG KEUTAPANG BANDA ACEH)
Pengarang
Rika Mayasari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0304101020122
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010
Bahasa
Indonesia
No Classification
625.7
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tingkat kinerja merupakan ukuran kuantitatif yang menerangkan kondisi operasional dari fasilitas lalu lintas. Tingkat kinerja berguna untuk mengetahui kondisi operasional persimpangan tak bersinyal. Persimpangan tak bersinyal memberikan keuntungan atau kerugian terhadap arus lalu lintas yang tak terkontrol. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, persimpangan tak bersinyal yang telah ada tidak sesuai lagi dengan kondisi lalu lintas sekarang sehingga kinerja dari suatu simpang tak bersinyal tidak efektif. Berdasarkan hal ini maka penulis melakukan penelitian tugas akhir dengan judul " Analisa Tingkat Kinerja Persimpangan Tanpa Lampu Lalu Lintas Berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia''. Tujuan clari penulisan ini adalah untuk menganalisa tingkat kinerja persimpangan tanpa lampu lalu lintas dalam hal ini penentuan kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Analisa tingkat kinerja dilakukan dengan prosedur perhitungan yang diberikan dalam Manual Kapasitas Jalan Indonesia
1997, yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga Hasil perhitungan jam puncak dengan kapas itas tertinggi diperoleh nilai 7089,47 smp/jam hari Senin padajam puncak pagi (07.00-08.00 wib) dengan volume lalu lintas sebesar 2926,35 smp/jam. Derajat kejenuhan simpang untuk ketiga hari yaitu pada jam puncak pagi sebesar 0,413, jam puncak siang yaitu sebesar 0,405 clan derajat kejenuhan simpang pada jam puncak sore sebesar 0,359. Tundaan simpang untuk setiap jam puncaknya pada jam puncak pagi sebesar
12,251 det/smp, jam puncak siang sebesar 2,251 det/smp dan tundaan simpang untuk jam puncak sore sebesar 12,049 det/smp. Peluang antrian untuk jam puncak pagi sebesar 8-19%, untuk jam puncak siang peluang antrian sebesar 8-19% dan peluang antrian untuk jam puncak sore sebesar 6-17%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Derajat kejenuhan simpang Keutapang tidak melewati derajat kejenuhan atau lebih besar 0,75, sehingga kapasitas simpang tersebut masih memenuhi kapasitas yang diiginkan.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL BERLENGAN EMPAT (STUDI KASUS PADA PERSIMPANGAN BUNDARAN LAMNYONG, BANDA ACEH) (Noviar Chaliq, 2024)
ANALISA TINGKAT KINERJA PERSIMPANGAN DENGAN LAMPU LALU LINTAS (STDI KASUS PADA SIMPANG DODIK LAMTEUMEN BANDA ACEH) (Eryani, 2024)
PERENCANAAN SIMPANG BERLENGAN EMPAT DENGAN BUNDARAN PADA SIMPANG NEUSU KOTA BANDA ACEH (Iswanda, 2014)
EVALUASI KAPASITAS DAN TINGKAT KINERJA SIMPANG SURABAYA BERDASARKAN MANUAL KAPASITAS JALAN INDONESIA (MKJI) 1997 (IRVAN SYAHPUTRA, 2024)
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TIPE TRN(STUDI KASUS PERSIMPANGAN JI. SULTAN ISKANDAR MUDA DAN JI. TGK. ABDULLAH UJONG RIMBA, BANDA ACEH) (Fiddin Ichwanul Alhaz, 2023)