Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA LINGKUNGAN AIR TAWAR DAN PASANG SURUT
Pengarang
Ninda Elika - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0404101010109
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009
Bahasa
Indonesia
No Classification
624.183 4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tebu terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton pada lingkungan air tawar dan pasang surut. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,50 dengan diameter agregat maksimum 25,4 mm. Benda uji yang digunakan berdiameter 10 cm dengan tinggi 20 cm dibuat sebanyak 35 buah untuk masing-masing perlakuan yaitu 0% dan 2% serat dari volume beton untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton pada lingkungan air tawar dan pasang surut pada umur 0 (perawatan benda uji), 1, 2, dan 3 bulan, sehingga jumlah benda uji yang dibuat adalah 140 buah. Beton serat terjadi peningkatan kuat tekan seiring dengan penambahan umur dikarenakan serat didalam beton menjadi lebih awet pada perawatan lingkungan air tawar dan pasang surut. Kuat tekan Beton Normal pada lingkungan air Tawar (BNT) mengalami kenaikan 3,26%;
95,35%; dan 88,37% pada umur 1, 2, dan 3 bulan sedangkan untuk Beton Normal pada lingkungan Pasang Surut (BNPS) terjadi kenaikan sebesar 60,47%; 67,44%; dan
6,98% pada umur 1, 2 dan 3 bulan bila dibandingkan dengan Beton normal (BN). Beton Serat pada lingkungan air Tawar (BST) mengalami penurunan kuat tekan sebesar 42,50%; 25,00% pada 1 dan 2 bulan sementara pada 3 bulan kuat tekan meningkat sebesar 16,68%. Untuk Beton Serat pada lingkungan Pasang Surut (BSPS) terjadi penurunan kuat tekan di umur 1 bulan sebesar 1,39% dan peningkatan 4,17%,
7,29% pada umur 2 dan 3 bulan dibandingkan dengan Beton Serat (BS). Kuat tarik
belah BNT mengalami peningkatan sebesar 44,45% dlan 22,22% pada 1 dan 2 bulan sementara terjadi penurunan sebesar 25,00% pada 3 bulan. Terjadi penurunan sebesar
8,33%, 14,81% dan 18,52% pada I, 2 dan 3 bulan untuk BNPS dibandingkan dengan
BN. Pada BST terjadi penurunan di umur 1 bulan sebesar 1,00% tapi terjadi peningkatan pada umur 2 dan 3 bulan sebesar 29,00% dan 40,00%. Pada BSPS umur l bulan kuat tarik belah menurun sebesar 4,00% tapi terjadi peningkatan sebesar 14,00% dan 26,00% pada 2 dan 3 bulan dibandingkan dengan BS.
Kata Kunci: Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Serat Tebu, Lingkungan
Perawatan
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA LINGKUNGAN AIR TAWAR DAN PASANG SURUT (RISKI MAIRIZAL, 2024)
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU (Tasia Oktanuansania, 2023)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK LENTUR, DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) (AULIA RAHMAN, 2024)
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON PADA LINGKUNGAN YANG BERBEDA (STUDI KASUS PADA LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN DALAM TANAH) (Nailil Muna, 2024)
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU (STUDI KASUS LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN TANAH) (Maulidia sari, 2025)