<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120750">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PENGGUNAAN BAMBU HIJAU SEBAGAI TULANGAN STRUKTURAL  PADA ELEMEN BALOK BETON BERTULANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nesri Hendrifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian    ini   bertujuan   untuk   mengetahui    kemampuan    bambu    sebagai tulangan   utama,  juga  mempelajari   perilaku  deformasi  dan  pola  retak  yang  terjadi. Benda  uji yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  2 buah  balok  beton  bertulang bambu  dan  1  buah  balok  beton  bertulang  baja  sebagai  pembanding,  dengan  ukuran panjang  2100  mm,  lebar  150  mm,  tinggi  200  mm.  Di  mana,  luas  pen am pang  dari kedua jenis balok  tersebut  mendekati  sama. Kuat  tekan  beton untuk  beton  bertulang bambu  dan  beton  bertulang  baja  dikontrol  dengan  benda  uji  silinder  standar  dengan panjang 300  mm, dan  diameter  150 mm,  sebanyak   12 buah.  Faktor  air semen  yang digunakan  untuk membuat  campuran  beton adalah  0,70, tinggi  slump 75-100 mm dan diameter agregat maksimum  25,4   mm. Pengujian lentur balok dan kuat tekan silinder beton dilakukan  pada saat benda uji berumur  28 hari.  Tulangan  tarik yang digunakan&#13;
adalah  bambu  ukuran  8  x  14  mm  sebanyak  2  batang  (untuk  balok  beton  bertulang&#13;
bambu)  dan  2012  mm  (untuk  balok  beton  bertulang  baa),  sedangkan   tulangan sengk.ang digunakan  tulangan  baja polos  yaitu   10 mm. Pengujian lentur dilakukan dengan meletakkan  balok di atas dua tumpuan  dengan jarak  antar  tumpuan  1800  mm dan  kemudian  balok  dibebani  dengan  dua  buah  beban  terpusat  dengan  jarak antara kedua   beban  tersebut   adalah   1200   mm.   Balok   dibebani   secara   bertahap   hingga mencapai  beban puncak. Setiap  tahapan  beban  dicatat  besarnya  beban,   dan lendutan serta  diamati  pola  retak  yang  terjadi.  Lendutan  maksimum  yang  terjadi  adalah  23,3 mm  (Balok  Beton  Bertulang  Bambu  A), 23,57  mm  (Balok  Beton  Bertulang  Bambu B), dan  12,02 mm  (Balok  Beton  Bertulang  Baja).  Adapun  beban  ultimit  yang  dapat ditahan  balok  adalah   1590  kg  (Balok  Beton  Bertulang  Bambu  A),  1590  kg  (Balok Beton Bertulang  Bambu B), dan 5200 kg (Balok Beton Bertulang  Baja). Penelitian  ini menunjukkan tipe keruntuhan  yang terjadi  adalah retak lentur&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120750</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 11:48:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-27 11:48:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>