PENGARUH PEMANASAN ULANG PADA ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BERASPAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMANASAN ULANG PADA ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BERASPAL


Pengarang

Masykur - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0041110917

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aspal merupakan material perekat yang bersifat termoplastis, akan menjadi cair bila dipanaskan dan menjadi keras saat didinginkan. Sifat ini dinamakan kepekaan terhadap perubahan temperatur. Aspal pada temperatur selain 25"C lalu dipanaskan akan menghasilkan nilai viskositas yang berbeda pula. Material aspal yang menjadi objek penelitian ini merupakan aspal murni dan aspal murni yang dipanaskan ulang 0,
1, 2 dan 3 kali. Material agregat yang digunakan merupakan agregat bergradasi rapat
tipe IV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana properties dari aspal dan karakteristik Marshall dari campuran beraspal yang menggunakan aspal yang dipanaskan berulang tersebut. Sebagai pembanding adalab campuran beraspal yang tidak dipanaskan berulang.
Penelitian ini dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat dan aspal sehingga nanti dapat diketahui apakah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pada penelitian ini digunakan variasi kadar aspal 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7% dari berat total campuran.
Masing-masing kadar aspal sebanyak 3 buab dengan total 15 buah benda uji. Untuk aspal yang dipanaskan berulang 0. 1,2 dan 3 kali dari kadar aspal optimum masing- masing dibuat 3 buah dengan total 12 buah benda uji. Jadi jumlah keseluruhan benda uji adalah 27 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspal murni tanpa
pemanasan ulang memiliki viskositas lebih tinggi dari pada aspal yang dipanaskan ulang 1, 2 dan 3 kali. Dengan kata lain aspal yang dipanaskan ulang I, 2 dan 3 kali lebih cair dibandingkan aspal murni tanpa pemanasan ulang. Hasil percobaan Marshall menunjukkan nilai stabilitas aspal murni lebih tinggi yaitu 934, 70 kg dibandingkan dengan aspal pemanasan ulang I, 2 dan 3 kali masing-masing yaitu
914,47 kg; 901,85 kg; dan 890,19 kg.





Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK