PERENCANAAN PELEBARAN LENGAN SIMPANG BUNDARAN BERLENGAN LIMA DENGAN PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS MENGGUNAKAN SOFTWARE SIDRA INTERSECTION 5.IRN(STUDI KASUS PADA BUNDARAN SIMPANG LIMA KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN PELEBARAN LENGAN SIMPANG BUNDARAN BERLENGAN LIMA DENGAN PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS MENGGUNAKAN SOFTWARE SIDRA INTERSECTION 5.IRN(STUDI KASUS PADA BUNDARAN SIMPANG LIMA KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Abi Saleh Akbar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010093

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Simpang Lima Kota Banda Aceh merupakan persimpangan bundaran berlengan lima diatur dengan lampu lalu lintas yang terletak 2 km dari pusat Kota Banda Aceh. Kinerja kapasitas, tundaan, derajat kejenuhan, dan level of service (LOS) yang terjadi pada persimpangan ini cukup buruk disebabkan oleh volume lalu lintas terus bertambah dan tata letak persimpangan yang menghubungkan dengan kawasan CBD (central business district). Antrian kendaraan terlihat di setiap lengannya baik jam puncak pagi, siang dan sore hari. Data yang dikumpulkan berupa data volume lalu-lintas dan geornetri simpang yaitu pada hari Senin pada pagi pukul 07.15-08.15 WIB, siang 13.15-14.15 WIB, dan sore 17.00-18.00 WIB. Volume lalu-lintas dan geometri eksisting pada simpang kemudian diolah software SJDRA intersection 5.1 untuk mendapatkan parameter simpang. Berdasarkan hasil pengolahan data, pada kondisi eksisting (Do-Nothing) diperoleh volume puncak 4660,04 smp/jam, kapasitas (C) 3058 smp/jam, tundaan rata-rata pendekat 159,1 detik, dan derajat kejenuhan (DS) 1,620. Menurut (Anonim, 2011 : 4-71) derajat kejenuhan simpang > 0,95 selama jam puncak. harus dihindari. karena dapat menyebabkan terjadinya tundaan yang tinggi pada persimpangan. Hasil setelah dilakukan perbaikan (Do-Something) diperoleh kapasitas (C) 6502 smp/jam, tundaan rata-rata pendekat 29,5 detik, dan derajat kejenuhan (DS) 0,761 memenuhi syarat. Perbaikan yang dilakukan pada penanganan simpang ini yaitu melakukan pelebaran lengan dan perubahan waktu fase sinyal. Pelebaran pada jalur masuk dan keluar simpang dilakukan di Jl.T.Angkasah, JI.Daud Beureuh masing-masing sebesar 3 rn. Pelebaran pada JI.Sri Ratu Safiatuddin sebesar 2 m pada jalur keluar sirnpang serta mengubah lajur masuk I menjadi tipe slip (giveway/yield), dan Jl. Pante Pirak sebesar 0,4 m pada jalur masuk serta mengubah lajur masuk I menjadi tipe slip (giveway/yield). Perubahan waktu fase sinyal pada Jl. T.Angkasah, Jl. Daud Beureuh, JI. Panglima Polem. dan JI. Pante Pirak sebesar 25 detik, 28 detik, 26 detik, 28 detik dan 20 detik.



Kata kunci : geometrik, kinerja simpang, derajat kejenuhan. tundaan. volume lalu•
lintas, level ofservice (LOS).



















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK