PERILAKU KEHANCURAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN VARIASI JARAK TULANGAN SENGKANG KONFIGURASI TIGA LENGAN YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU KEHANCURAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN VARIASI JARAK TULANGAN SENGKANG KONFIGURASI TIGA LENGAN YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL


Pengarang

M. ichlas Purnama sari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010114

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kolom merupakan elemen vertikal dari struktur rangka yang menerima beban aksial dari upper structure. Perencanaan struktur kolom harus dilak:ukan secara cermat agar dapat memberikan cadangan kekuatan lebih tinggi dari komponen struktur lainnya, oleh karena itu prinsip kolom kuat dan balok lemah (strong column and weak beam) sangat perlu untuk diterapkan, sehingga jika terjadi kerusakan pada suatu bangunan diharapkan kolom masih dapat menyangga komponen struktur lainnya. Kolom dapat mengalami kehancuran dengan sebab tertentu. Kehancuran tersebut sering terjadi akibat rendahnya mutu beton yang digunakan dan lemahnya kekangan, sehingga tulangan utama pada kolom menek:uk setempat (local buckling). Kehancuran ini juga disebabkan oleh lemahnya tulangan sengkang sebagai penahan gaya geser sekaligus sebagai pengekang (confining) inti beton pada kolom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jarak sengkang terhadap kapasitas aksial kolom, defleksi, regangan tulangan utama maupun tulangan sengkang dan regangan beton. Benda uji kolom yang dibuat yaitu: kolom dengan jarak sengkang 10 cm (S
10), kolom dengan jarak sengkang 15 cm (S 15) dan kolom dengan jarak sengkang
20 cm (S 20 ). Mutu beton yang digunakan untuk masing-masing benda uji adalah
24,6 MPa, 29,4 MPa dan 28,7 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial persatu ton hingga beban maksimum atau benda uji telah hancur. Behan diberikan dengan hydraulicjack yang disalurkan melalui load cell dan dihubungkan dengan Portable Data Logger, untuk pembacaan beban pada benda uji. Retak yang terjadi diperhatikan secara visual dan menggunakan kamera digital. Regangan beton maupun regangan tulangan dibaca dengan strain gauge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua benda uji mengalami kehancuran tekan. Dengan penambahan sengkang ekstra kapasitas aksial kolom meningkat. Nilai kapasitas aksial untuk masing-masing benda uji kolom S 10, S 15 dan S 20 pada saat beban maksimum diperoleh sebesar 393 kN; 417 kN dan 388 kN dengan defleksi yang terjadi sebesar 8,7 mm; 4,1 mm dan 5,3 m.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK