<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120651">
 <titleInfo>
  <title>STUDI EFEKTIFITAS PEMAKAIAN DAN ANALISA DEBIT PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIL KOTA BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Habibi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air  bersih  merupakan kebutuhan  primer  bagi manusia  sehingga   harus  mendapat prioritas  dalam penanganan, pengolahan, pendistridusian serta pemeliharaannya. PDAM   sebagai    pengelola  pelayanan   publik   dituntut  agar   dapat   memenuhi kebutuhan     air    bersih    mayarakat     baik    secara    kuantitas.    kualitas     maupun kontinuitas.  PDAM  Tirta  Daroy  merupakan satu - satunya penyedia  layanan  air bersih untuk  Kota Banda  Aceh. Tujuan dari penelitian  ini adalah  untuk mengidentifikasi pola pemakaian air bersih masyarakat, menganalisa tingkat kehilangan air, mengetahui desa yang  kelebihan  atau kekurangan suplai air bersih, menganalisis  hasil  perhitungan dan  membuat    model    pengembangan   jaringan distribusi    air bersih  dengan   program   Epanet  2.0  serta  memprediksi  kebutuhan pemakaian untuk  20  tahun  kedepan.  Debit  per  pelanggan  pada  Kecamatan  Syiah Kuala  terbesar  terjadi di Desa  Lampineung pada  September  2010  sebesar  47,328 m'/bulan dan debit  terkecil terjadi  di Desa  Rukoh  pada Maret  2009  sebesar  0,568 m'/bulan. Desa  dengan debit/pelangan yang memenuhi  syarat (Q &gt; 27 m/pelanggan/bulan) hanya  terpusat  pada daerah  Kopelma   Darussalam  (selama  20 bulan)  dan  Lampineung (21  bulan).  Tingkat  efektifitas debit  suplai  oleh  PDAM hanya   mencakup   20%  dari  semua  wilayah   yang  ada.  Desain  Jaringan   Proyeksi RTRW untuk   distribusi   air bersih   Kota    Banda   Aceh  sudah   memenuhi   syarat kecepatan standar  efektifitas (0,3 - 2,5  m/d)  dan tekanan  efektif pada  ujung   pipa &#13;
&#13;
(10 - 25 mka ) serta  mampu  memenuhi  water demand  pcnduduk. kota  Banda Aceh secara   efektif (Q &gt;  Qizin   =  27   m/pelanggan/bulan).   Melalui   model   Epanet&#13;
RTRW  ini    diharapkan   dapat   memberikan   gambaran      mengenai       model jaringan   yang  sesuai    syarat  efektifitas   baik   tekanan,    debit,    dan kecepatannya.   Dengan  model jaringan  ini,  pembangunan  dan  pengembangan wilayah   pelayanan  dapat  dilakukan   dengan   terencana   serta akan   lebih  mudah dikontrol untuk mengoptimalkan  produksi dan pendistribusian   air   bersih.  &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120651</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-22 10:25:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-22 10:25:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>