STUDI PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH PADA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI (STUDI KASUS: KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH PADA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI (STUDI KASUS: KECAMATAN LUENG BATA KOTA BANDA ACEH)


Pengarang

Rita Wahyuni Zuhra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sektor air bersih harusnya mendapatkan pnontas penanganan utama karena pentingnya kebutuhan air bersih menyangkut kehidupan orang banyak. PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) sebagai pengelola pelayanan publik dituntut agar dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik dari segi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa jumlah desa di Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh yang kekurangan atau kelebihan suplai air bersih dari PDAM Tirta Daroy, melihat kondisi jaringan untuk keadaan eksisting, dan untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih penduduk Kecamatan Lueng Bata yang diproyeksikan 10 tahun yang akan datang. Data yang diambil yaitu debit rekening pemakaian air oleh pelanggan dari Januari 2010 sampai dengan Desember 2011, peta jaringan pipa distribusi air bersih, dan data jumlah penduduk. Dari data jumlah penduduk akan didapatkan demand eksisting dan demand proyeksi I0 tahun yang akan datang di Kecamatan Lueng Bata, kemudian akan disimulasikan sehingga dapat diketahui berapa diameter pipa, kecepatan, dan tekanan yang terjadi, hal ini hanya dibatasi pada pipa primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisa peluang dapat dilihat pada Kecamatan Lueng Bata untuk 24 bulan dari Januari 2010 sampai dengan Desernber 2011, hanya Desa Panteriek dan Batoh yang kebutuhan air bersihnya hampir terpenuhi secara total dengan peluang Q>27
m'/pelanggan/bulan sebesar 92% dan 64%. Debit terkecil terjadi di Desa Lueng Bata sebesar 6,4 m'/pelanggan/b ulan dan debit terbesar terjadi di Desa Suka damai sebesar 96,3 m/pelanggan/bulan. Pada kondisi eksisting di Kecamatan Lueng Bata, kecepatan aliran di beberapa titik sudah tidak memenuhi persyaratan teknis, dengan kecepatan berada dibawah 0,6 m/detik, yaitu 0,02 sampai dengan 0,57 m/detik. Berdasarkan hasil proyeksi pertumbuhan penduduk IO tahun yang akan datang didapatkan kebutuhan air terbesar terjadi di Desa Batoh sebesar 45,22 m/jam dan kebutuhan air terkecil terdapat di Desa Lampaloh sebesar 6, 14 m'/jam. Berdasarkan hasil simulasi Epanet 2.0 untuk kebutuhan air tahun 2020 tidak ada penambahan jaringan untuk pipa primer dan sekunder. Program Epanet 2.0 digunakan untuk membuat model jaringan distribusi. Dengan adanya model jaringan, pembangunan, dan pengembangan wilayah pelayanan dapat dilakukan dengan lebih terencana.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK