FERROSEMEN SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK KONSTRUKSI JEMBATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FERROSEMEN SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK KONSTRUKSI JEMBATAN


Pengarang

Muzakar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9841112270

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perilaku balok gelagar dari bahan ferrosemen dalam memikul beban lentur. Perilaku yang ingin diamati adalah kekuatan dan daktilitas balok dengan mcnggunakan 5 lapis jaringan kawat Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan untuk pembuatan balok adalah 0,40 yang diambil berdasarkan pengujian kuat tekan silinder beton untuk kuat tekan >30 MPa. Benda uji balok dibuat 1I balok berpenampang I dengan ukuran dan kelangsingan yang bervariasi. Kekuatan balok diuji di laboratorium dengan meletakkan balok diatas dua tumpuan sederhana, dibebani dengan dua bcban tcrpusat secara bertahap sampai mengalami kehancuran. Beban ultimit ra.a- rata yang terjadi pada balok dengan kelangsingan 4,73 tanpa tulangan tarik, dengan tulangan tarik 84,8 mmi dan 1H3,I mm masing-masing adalah 712,5 kg, 2470 kg dan 2760 kg, sedangkan pada balok kelangsingan 2,7 dengan tulangan tarik I3,I mm dan 314,2 mm' masing masing adalah 3200 kg dan 3950 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada balok dengan kelangsingan (ad) 4,73 kekuatan dan daktilitas balok bertambah seiring dengan bertambahnya luas tulangan tarik, hal ini dikarenakan pada balok tanpa tulangan retak terhihat lebib cepat sehingga lendutan pada saat retak lebih kecil dibandingkan balok dengan tulangan tarik, pola kchancuran yang teryadi pada balok dengan kelangsingan (a d) 4,73 ini adalah kehancuran lentur, sedangkan pada balok dengan kelangsingan ( d) 2,70 menunjukkan bahwa penambahan luas tulangar tarik, kekuatan balok meningkat tetapi daktilitas dan modulus elastsitas balok menurun, hal ini menunjukkan bahwa semakin besar luas tulangan tarik yang diberikan maka balok akan semakin rapuh terhadap tekan yang menyebabkan balok mengalami keruntuhan tarik diagonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok ferrosemen berpenampang I dapat digunakan scbagar gelagar pada jembatan sederhana .

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK