Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PERSENTASE 1 %,2%, DAN 3% VOLUME BETON
Pengarang
RIKA SARTIKA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0204101020087
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tebu pada campuran beton terhadap perilaku kuat tekan optimum pada saat benda uji berumur 7 dan 28 hari dengan faktor air semen 0,50. Pada penelitian ini dibuat tiga macam variasi campuran beton serat dengan konsentrasi serat 1 %, 2%, dan 3% dari volume beton. Benda uji yang digunakan adalah beton silinder berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan jumlah sampel untuk semua variasi adalah delapan puluh (80) buah benda uji, dan sebagai perbandingan digunakan beton tanpa tambahan serat dengan faktor air semen yang sama. Kekuatan tekan beton merupakan karakteri stik: beton yang paling umum digunakan. Pada penelitian ini digunakan serat alam dari ampas tebu (bagasse), hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan wilayah tropis yang banyak ditumbuhi _pohon tebu khususnya di pulau Jawa dan Sumatra. Ampas tebu (bagasse) dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan dari sifat beton dengan cara memisahkan serat-serat dari ampas tebu, sebelum serat-serat dipisahkan terlebih dahulu, ampas tebu direndam dengan air asin agar serat-serat mudah dipisahkan dari ampas. Diameter rata-rata serat 0,40 mm dan panjang serat yang dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu 25 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian k:uat tekan beton serat 1 % lebih baik: dari pada beton serat 2%, dengan regangan maksimum 0,00506 pada umur beton 7 hari clan
0,00587 pada umur beton 28 hari, sedangkan regangan maksimum beton serat 2% hanya mencapai 0,00480 pada umur beton 7 hari dan 0,00575 pada umur beton 28 hari. Demik:ian pula hal.nya pada beton serat 3%, dimana regangan maksimumnya mencapai 0,00472 pada umur beton hari clan 0,00523 pada umur beton 28 hari, sehingga lebih rendah dari pada beton serat 1 % clan juga lebih rendah dari pada beton serat 2 %.
Kata kunci : Serat tebu, beton serat, kuat tekan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT ROVING PADA BETON NON PASIR TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON (Nazariatun, 2024)
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN PERSENTASE 1 %,2%, DAN 3% VOLUME BETON (RIKA SARTIKA, 2024)
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK LENTUR, DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) (AULIA RAHMAN, 2024)
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON BUSA BERSERAT TEBU (STUDI KASUS LINGKUNGAN TERLINDUNG, TIDAK TERLINDUNG DAN TERTIMBUN TANAH) (Maulidia sari, 2025)
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON (Azhari, 2024)