<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120600">
 <titleInfo>
  <title>INVESTIGASI LAPISAN WEAK ZONE MENGGUNAKAN METODE GEOFISIKA UNTUK PENDEKATAN MITIGASI BENCANA LONGSOR DI JALAN JANTHO-LAMNO, ACEH, INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haris Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Fisika</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah penelitian telah dilakukan di jalan Jantho-Lamno untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko tanah longsor melalui analisis cepat rambat gelombang seismik dan resistivitas batuan. Fokus penelitian adalah evaluasi kondisi geologis dan penentuan daerah yang rentan terhadap kegagalan lereng menggunakan metode seismik dan resistivitas pada tiga lintasan yang dipilih: Lamno (L1), Jantho (L2), dan Jantho (L3). Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga lapisan berdasarkan nilai cepat rambat gelombang dan resistivitas pada setiap lintasan. Lapisan tersebut terdiri dari alluvium dengan cepat rambat 0,3-0,9 km/s dan resistivitas 10-130 Ωm, batu pasir dan lempungan dengan cepat rambat 0,9-1,9 km/s dan resistivitas 130-250 Ωm, serta batugamping dengan cepat rambat 1,9-2,9 km/s dan resistivitas 250-600 Ωm. Model struktur bawah permukaan mengungkap potensi deteksi lapisan weakzone melalui perbandingan metode seismik refraksi dan resistivitas. Lintasan Lamno (L1) dan Jantho (L2) berpotensi mengalami longsoran rotasi tipe Rotational Slip, sementara Jantho (L3) cenderung mengalami longsoran translasi tipe Translation Slip. Untuk mitigasi risiko tanah longsor, identifikasi zona lemah pada tanah pondasi menjadi kunci. Solusi yang diusulkan  mencakup dinding penahan tanah, pemakuan tanah, shotcrete, wire mesh, net rock bolting, perubahan profil lereng, dan pembangunan drainase. Setiap solusi disesuaikan dengan karakteristik geologis dan tipe longsoran di setiap lintasan. Penelitian ini memberikan pandangan mendalam tentang kondisi geologis di sepanjang jalan Jantho-Lamno dan memberikan landasan untuk strategi mitigasi yang efektif. Implikasinya melibatkan upaya perlindungan terhadap infrastruktur dan lingkungan sekitarnya, dengan harapan dapat mengurangi dampak risiko tanah longsor di wilayah ini.&#13;
&#13;
Kata Kunci : zona lemah, resistivitas, gelombang seismik, longsor, mitigasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GEOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEOPHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>551</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120600</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 12:18:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-20 15:08:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>