MODEL SEBARAN PERGERAKAN DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE FURNESS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MODEL SEBARAN PERGERAKAN DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN METODE FURNESS


Pengarang

FERA ARINI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101020094

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Moda transportasi merupakan sarana penghubung bagi manusia clan barang yang tidak dapat dipisahkan, karena dengan transportasi manusia dapat melakukan berbagai aktifitas tranpa dihalangi oleh jarak. Maka diperlukan penelitian pada suatu wilayah yang terdiri dari beberapa kawasan yaitu : Tungk.op, Kopelma Darussalam, Lamgugob, Peurada, Kp.Pineung, le Masen Kaye Adang, Lamglumpang dan Lambhuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran pergerakan dari tahun 2010 sampai dengan 2020. Pengamatan cliJakukan selama 2 minggu, pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner ke masing-masing kawasan dengan jumlah sampel sebanyak 120 sampel. Data hasil kuisioner diolah berdasarkan metode Furness. Yang menerangkan bahwa total basil sebaran pergerakan dari tahun 2010-2015 meningkat sebesar 15% dengan pergerakan terbesar terjacli pada wilayah Peurada sebesar 32% dan tingkat pertumbuhann ya 1,322% di ikuti dengan Lamglumpang sebesar 25% dan tingkat pertumbuhannya 1,247%. Sedangkan, dari tahun 2015-2020 sebaran pergerakan meningk.at sebesar 16%. Hasil dari MAT pada tahun 2010-2015 juga tergambarkan melalui garis keinginan pergerakan terbesar terjadi dari daerah asal sampai tujuan yaitu wilayah Peurada ke Kp.Pineung sedangkan dari tahun 2015-2020 yaitu dari wilayah Kopelma Darussalam ke Lamgugub dengan garis keinginan yang tebal garisnya menghubungkan pasangan zona tersebut lebih tebal dari pada daerah lain. Dari basil pengolahan data, melalui analisa regresi diperoleh persamaan bangkitan pergerakan tahun 2010 0,= 32,393 + 0,013 X + 0,009 X, tahun 2015 0, = 59,448 + 0,010 X + 0,006 X dan tahun 2020 0, = 51,777 + 0,008 X + 0,012 X. Sedangkan, dalam tarikan pergerakan tahun 2010 D= 23,906 + 0,015 X + 0,009 X, tahun 2015 D, = 43,860 + 0,012 X + 0,010 X dan tahun 2020 D,= 72,273 + 0,011 X -0,005 X}. Dari hasil prediksi sebaran pergerakan maka perlu diperhatikan tingkat tata guna lahan pada daerah tersebut agar tidak terganggu tingkat pelayanan dan kapasitas pada wilayah tersebut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK