<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120564">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA PEMBANGUNAN NEW TOWN ACCESS ROAD SECOND STAGE BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAD FUADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tebal   perkerasan   lentur  jalan   raya  harus   direncanakan    dengan   baik   setiap lapisannya,  sehingga   jalan   yang  direncanakan  mampu   menerima   beban   lalu  lintas diatasnya  dan  dapat  memberi  kenyamanan   bagi  pengguna  jalan  selama  umur  rencana. Di lndonesia,  perencanaan tebal perkerasan  lentur jalan dihitung  dengan  menggunakan metode    Bina   Marga   yang   merupakan    modifikasi    dari   metode   AASHTO    untuk menyesuaikan dengan  kondisi  alam di Indonesia. Parameter-parameter yang diperlukan dalam  menentukan   tebal  lapisan  perkerasan  antara  lain:  Data  lalu  lintas  dalam  bentuk Lalu lintas Harian  Rata-rata  (LHR), nilai CBR tanah dasar, kondisi  Lingkungan dan sifat material  lapisan  perkerasan. Dalam  perencanaan tebal perkerasan  jalan pada New Town Access Road Second Stage  Banda Aceh yang  ditinjau oleh  penulis  sebagai judul dari Tugas    Akhir   ini,   konsultan    perencana    menggunakan   metode    AASHTO    untuk menghitung   tebal  lapisan  perkerasan,  sedangkan   penulis  menggunakan  metode  Bina Marga,  data  Lalu  lintas  Harian  Rata-rata  (LHR)  yang  digunakan  konsultan  perencana adalah  LHR pada jalan  Teungku  Chik  Ditiro,  sedangkan  penulis  menggunakan  LHR yang  diamati  langsung pada jalan  Soekarno-Hatta Lampeunerut dan nilai  CBR rencana yang  berbeda,  konsultan   perencana   memakai   nilai  CBR  rencana  2%  yang  diuji  dari tanah  asli dimana jalan ini dibangun  sedangkan  penulis  menguji  nilai CBR tanah  dasar dari  tanah  timbunan   yang  digunakan   pada jalan   tersebut,   yakni  menguji  tiga  sampel tanah  yang  diambil  dari tiga  titik  yang  mewakili  dilaboratorium  dan  diperoleh   CBR rencana     9,7%.    Tujuan     dari    perencanaan    ulang    oleh    penulis     adalah     untuk membandingkan dengan hasil perencanaan  konsultan perencana. Setelah melakukan pengolahan  data dan melakukan  perhitungan  berdasarkan  prosedur  yang diberikan  oleh metode   Bina  Marga,   maka   diperoleh   hasil  perencanaan;   lapis  permukaan   (Surface course) 7,5  cm,  Lapis  pondasi  atas  (  Base  course) 20  cm,  Lapisan  pondasi  bawah (Subbase course) 22,5 cm.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120564</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 12:53:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 12:53:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>