<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120547">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA POLA  ALIRAN   FLUIDA DALAM   SALURAN TURBIN AIR MENGGUNAKAN  CFD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andriansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Simulasi aliran fluida dalam saluran  pada  turbin air telah dilakukan  dengan  menggunakan program Computational Fluid Dynamic (CFD) Fluent 6.3.26. Saluran pada turbin air merupakan suatu  sistem  untuk  meningkatkan  kecepatan  yang  melewati  area  turbin.   Turbin  air yang digunakan  adalah turbin air poros vertikal dengan diameter runner  1 m.    Simulasi  dilakukan dengan memvariasikan sudut sisi masuk dan sisi keluar saluran dengan ukuran geometri awal saluran yang telah ditentukan Simulasi bertujuan untuk mengetahui distribusi kecepatan di dalam saluran dan melihat perubahan pola aliran terhadap  perubahan geometri saluran. Perubahan geometri saluran dilakukan dengan memvariasikan sudut sisi masuk dan sisi keluar saluran Sudut sisi masuk saluran divariasikan pada sudu 15,  20',  30', 45,  60, dan 7', sedangkan untuk sudut sisi keluar divariasikan pada sudut   15,  20,  30',  dan 45.  Untuk variasi sudut sisi masuk saluran, hasil simulasi menujukkan  kecepatan maksimum untuk memutar turbin dihasilkan oleh variasi sudut 60'.  Pada kecepatan ini juga menghasilkan resirkulasi  aliran pada  sisi masuk saluran  Untuk  variasi sudu  45 menghasilkan kecepatan yang lebih rendah dari  variasi sudut 60',  namun tanpa terjadinya resirkulasi aliran.  Untuk variasi sudut sisi keluar saluran,  hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar pelebaran  sudut menghasilkan resirkulasi aliran yang semakin besar. Resirkulasi terjadi akibat pressure drop yang tinggi.  Distribusi kecepatan yang terjadi pada saluran  tergantung dari  bentuk geometrinya   Hasil  simulasi  memunjukkan bahwa CFD dapat digunakan untuk melakukan optimasi pada desain saluran untuk memperoleh saluran dengan efekivitas dan kinerja yang lebih baik&#13;
&#13;
Kata Kunci:  SaJuran, CFD, Turbin Air&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 09:55:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 09:55:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>