<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120546">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEMOMETRI MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI SINAR INFRA MERAH UNTUK PENENTUAN KUALITAS RNNILAM ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elly Sufriadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini membahas tentang minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) yang merupakan salah satu minyak atsiri yang sangat berharga dalam berbagai industri, seperti farmasi, wewangian, dan produk perawatan tubuh. Permintaan pasar untuk minyak nilam terus meningkat, dan Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia. Namun, industri minyak nilam di Aceh menghadapi beberapa permasalahan, seperti perbedaan mutu minyak nilam berdasarkan lokasi tumbuh, perbedaan komposisi kimia berdasarkan varietas tanaman, dan pencampuran atau pemalsuan minyak nilam.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan mutu dan komposisi kimia minyak nilam berdasarkan lokasi tumbuh di Aceh, menganalisis perbedaan komposisi kimia dari tiga varietas yang banyak dibudidayakan, yaitu Varietas Sidikalang, Lhokseumawe, dan Tapak Tuan, mengembangkan metode penilaian kualitas minyak nilam yang lebih efisien dan akurat menggunakan spektroskopi vibrasi dan kemometri, serta mengkaji potensi pemanfaatan minyak nilam dalam industri farmasi dan obat-obatan melalui kajian bioinformatika. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah pencampuran atau pemalsuan minyak nilam dengan menggunakan teknik analisis yang lebih canggih.&#13;
Manfaat dari penelitian ini di antaranya adalah meningkatkan kualitas dan konsistensi produksi minyak nilam, diversifikasi industri minyak nilam, peningkatan efisiensi dalam penilaian kualitas minyak nilam, deteksi pencampuran atau pemalsuan minyak nilam, potensi pemanfaatan minyak nilam dalam industri farmasi dan obat-obatan, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri minyak atsiri Indonesia.&#13;
Penelitian ini diharapkan memberikan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan dalam industri minyak nilam di Aceh dan memberikan implikasi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan industrialisasi minyak nilam Aceh.&#13;
Bab III ini membahas tentang komposisi kimia minyak nilam dari berbagai lokasi di Aceh dan Sumatera Barat menggunakan analisis FTIR (Fourier Transform Infrared) dan NIR (Near Infrared) dengan kemometri. Minyak nilam merupakan produk yang diminati di pasar internasional karena kualitasnya yang tinggi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memahami perbedaan komposisi minyak nilam berdasarkan lokasi geografis dan varietas dengan menggunakan metode FTIR dan NIR dikombinasikan dengan kemometri. Metode FTIR dan NIR dipilih karena ramah lingkungan, tidak merusak sampel, dan memiliki biaya terjangkau. Penelitian ini menggunakan sampel minyak nilam dari 11 lokasi di Aceh dan Sumatera Barat. Data spektrum FTIR dan komposisi kimia minyak nilam dianalisis dengan metode kemometri seperti PCA dan PLS-LDA. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan komposisi kimia minyak nilam dari berbagai lokasi, terlihat dari perbedaan puncak spektrum FTIR dan NIR. Berdasarkan analisis PCA dan PLS-DA, terjadi pemisahan kelompok sampel minyak nilam dari lokasi yang berbeda. Dalam penelitian ini, metode FTIR dan NIR dengan kemometri dapat membantu membedakan komposisi kimia minyak nilam dari berbagai lokasi geografis. Penelitian ini memberikan manfaat bagi petani dan industri minyak nilam untuk meningkatkan nilai transaksi dengan pembeli internasional.&#13;
Bab IV membahas tentang pemanfaatan Partial Least Square-Discriminant Analysis (PLS-DA) dalam klasifikasi untuk menilai tingkat pemalsuan minyak kelapa sawit (PO) oleh minyak kelapa sawit goreng (GBO). Metode ini lebih baik daripada metode klasik seperti PCA-LDA dalam menghadapi data berdimensi tinggi. Model PLS-DA dibangun menggunakan lima spektrum PO, 20 spektrum GBO, 10 spektrum PO palsu (PGBO), dan 20 spektrum PO palsu untuk set pelatihan. Delapan sampel yang terdiri dari PO, GBO, dan PGBO digunakan untuk pengujian model. Area spektrum yang digunakan dalam analisis PLS-DA sama dengan PCA, yaitu pada rentang bilangan gelombang 1.800-500 cm-1. Teknik validasi silang digunakan untuk memvalidasi model. Hasil menunjukkan bahwa model PLS-DA mampu mengidentifikasi jenis GBO dalam PO dengan baik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa model PLS-DA memiliki sensitivitas dan selektivitas yang tinggi, menunjukkan kinerja yang baik. Prediksi model juga mendekati nilai yang diharapkan, dan model berhasil memprediksi kandungan senyawa kimia dengan akurasi yang tinggi. Dengan hasil yang baik pada validasi silang, disertasi ini menyimpulkan bahwa model PLS-DA berhasil digunakan untuk mengklasifikasikan dan memprediksi tingkat pemalsuan dalam sampel PO.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120546</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 09:46:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 09:47:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>