<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120540">
 <titleInfo>
  <title>TANGGUNG JAWAB NAZHIR DALAM PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN TANAH WAKAF DI KECAMATAN KRUENG SABEE KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUAN SALSABILA AFZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nazhir bertanggung jawab untuk menjaga, mengelola, dan mengembangkan harta benda wakaf yang dipercayakan kepadanya sesuai yang tertulis dalam ketentuan Pasal 42 dan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Harta benda wakaf harus dikelola dan dikembangkan secara produktif dan sesuai dengan prinsip syariah. Realitanya di Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya masih adanya harta benda wakaf yang tidak dikelola dan dikembangkan oleh Nazhir sehingga menjadi terbengkalai. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji dua persoalan yaitu: (1) kendala Nazhir dalam pengelolaan dan pengembangan tanah wakaf, dan (2) upaya Nazhir kedepannya untuk meningkatkan pengelolaan tanah wakaf. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan (Field Research) melalui wawancara dan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan mempelajari peraturan perundang-undangan dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kendala-kendala Nazhir dalam mengelola dan mengembangkan tanah wakaf adalah kurangnya anggaran gampong untuk membangun aset wakaf, minimnya pemahaman Nazhir mengenai perwakafan karena tidak adanya pembinaan oleh pihak-pihak terkait yakni KUA, BWI, dan kurangnya jumlah pengelola harta benda wakaf yang profesional, kreatif dan kompeten dalam mengelola wakaf. Dengan begitu Nazhir berupaya untuk meningkatkan pengelolaan tanah wakaf dengan cara memperluas wawasan Nazhir, melakukan pengadministrasian harta benda wakaf, melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, dan memanfaatkan teknologi dan internet.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120540</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-17 19:09:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-19 09:51:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>