<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120533">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN MATERIAL BEKAS UNTUK KONSTRUKSI JALAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUAMMAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dengan  meningkatnya pemakaian  agregat  untuk  bahan konstruksi  jalan semakin berkurang  sumber  pengambilan   agregat  itu  sendiri.  Akibatnya  diperluk:an  suatu bahan   altematif  yang  lebih  ekonomis   dan  memenuhi   persyaratan.   Salah  satu alternatif  adalah   daur   ulang   beton   bekas   bangunan   dan   kaca   bekas  sebagai pengganti  filler.  Penelitian ini  bertujuan  untuk  mendapatkan  nilai durabilitas  dari kedua  penggunaan   material  bekas  tersebut  dan  akan  dibandingkan   dengan  nilai durabilitas job mix  standar.  Dalam penelitian  ini persen  penambahan  beton bekas bangunan  kedalam  campuran  aspal  penetrasi  60/70 yang  digunakan   adalah  20% terhadap  total  berat agregat  dan penambahan kaca bekas  yang digunakan  sebaga.i pengganti filler sebesar  6,8%.  Metode pengujian yang dilakukan  dalam  penelitian ini  adalah  dengan  pengujian  Marshall  mengikuti  prosedur  AASTHO  T-295-74. untuk  mendapatkan   nilai  stabilitas  normal  dilakukan  pengujian Marshall  dengan larnanya  rendaman   60  menit  dan  untuk  mendapatkan   nilai  stabilitas   rendaman dilakukan   pengujian   Marshall  dengan   lamanya  rendaman  24 jam.  Berdasarkan basil  penelitian  diperoleh  nilai  stabilitas  normal  job  mix standar  adalah  1479,74 kg.  untuk   campuran   aspal   beton  dengan   penambahan  beton   bekas   bangunan sebesar  1687,48  Kg  dan  nilai  stabilitas  normal  dengan  penambahan   kaca  bekas sebesar   1424,75  Kg.  Untuk  nilai  stabilitas  rendaman job mix  standar  diperoleh 1150,49  kg,  campuran   aspal  beton  dengan  penambahan  beton  bekas  bangunan sebesar   1318,25  Kg dan  untuk: campuran  aspal  beton  dengan  penambahan kaca bekas  diperoleh  nilai  stabilitas  rendaman  sebesar  1160,25  kg. Berdasarkan  hasil perbandingan stabilitas rendaman dengan stabilitas normal, maka diperoleh nilai durabilitas   untuk: jobmix  sta.ndar sebesar  77,75%,  untuk  campuran   aspal  betoo dengan  penambahan   beton  bekas  bangunan  sebagai  agregat sebesar  78, 12%,  dan untuk  campuran  aspal  dengan  penambahan kaca bekas  sebagai  pengganti  filler sebesar    81,43%.   Dari   kedua   pengujian   tersebut  dapat   disimpulkan    bahwa penambahan   bahan  bekas  kaca memiliki  nilai  durabilitas   yang  lebih  baik dibandingkan  dengan durabilitas job mix standar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120533</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-17 10:15:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-17 10:15:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>