PERAN PEMUKA AGAMA SEBAGAI KOMUNIKATOR RISIKO PASCA 19 TAHUN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 2004 (SEBUAH KAJIAN DI KECAMATAN PEUKAN BADA - ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERAN PEMUKA AGAMA SEBAGAI KOMUNIKATOR RISIKO PASCA 19 TAHUN TSUNAMI SAMUDERA HINDIA 2004 (SEBUAH KAJIAN DI KECAMATAN PEUKAN BADA - ACEH BESAR)


Pengarang

M.R. Satria Wardhana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rina Suryani Oktari - 198310122014042001 - Dosen Pembimbing I
Alfi Rahman - 197712022018041101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2009200140017

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Ilmu Kebencanaan (S2)., 2024

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.349 4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini mengeksplorasi peran Teungku sebagai komunikator risiko bencana di Aceh, khususnya di kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, terutama setelah banyak Teungku menjadi korban langsung tsunami Samudera Hindia 2004. Fokus utama penelitian adalah pada kesiapsiagaan Teungku menghadapi bencana, metode penyampaian informasi bencana kepada masyarakat, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Teungku. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 13 informan, termasuk Teungku, masyarakat, dan otoritas kebencanaan daerah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Teungku di Peukan Bada memiliki persepsi siaga terhadap kebencanaan, yang tumbuh dari pengalaman pribadi mereka sebagai korban tsunami 2004. Mereka secara aktif menggunakan pendekatan pemahaman keagamaan dalam menyampaikan pesan risiko bencana, memandang bencana sebagai peringatan Ilahi akibat tindakan manusia. Meskipun masyarakat melihat pesan yang disampaikan oleh Teungku sebagai kredibel dan dapat dipercaya, penelitian ini juga menemukan potensi untuk meningkatkan efektivitas peran Teungku sebagai sarana penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana yang akan datang. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya optimalisasi peran Teungku sebagai komunikator risiko, memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang dinamika komunikasi risiko di tengah masyarakat Aceh. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Kata Kunci: Pemuka Agama, Komunikator Risiko Bencana, Pesan bencana, Ketahanan masyarakat

ABSTRACT This research explores the role of Teungku as a disaster risk communicator in Aceh, specifically in the Peukan Bada sub-district of Aceh Besar, particularly after many Teungku became direct victims of the 2004 Indian Ocean tsunami. The primary focus of the research is on the preparedness of Teungku in facing disasters, the methods of conveying disaster information to the community, and the level of trust the community places in Teungku. The applied research method is qualitative, involving in-depth interviews with 13 informants, including Teungku, community members, and local disaster authorities. The research findings reveal that Teungku in Peukan Bada have a heightened awareness of disaster preparedness, stemming from their personal experiences as victims of the 2004 tsunami. They actively employ a religious understanding approach to convey messages about disaster risks, viewing disasters as divine warnings resulting from human actions. While the community perceives the messages conveyed by Teungku as credible and trustworthy, the research also identifies potential areas for improving the effectiveness of Teungku's role as a means to strengthen community preparedness for future disasters. The research conclusion emphasizes the need for optimizing the role of Teungku as a risk communicator, contributing to a deeper understanding of risk communication dynamics within Aceh's society. These findings can serve as a foundation for efforts to enhance community preparedness in facing potential disaster threats in the future. Keywords : Religious Leader , Disaster Risk Communicator, Disaster-related messages, community resilience

Citation



    SERVICES DESK