PERENCANAAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERDASARKAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) PADA PT. SEULAWAH BETON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERENCANAAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERDASARKAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) PADA PT. SEULAWAH BETON


Pengarang

ALDILA RIZKI FAUZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ketersediaan bahan baku/material merupak.an suatu hal mutlak yang dibutuhkan pada sebuah proyek konstruksi. Persediaan bah.an baku/material merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah proyek konstruksi. Hal ini disebabkan karena persediaan bahan baku/material berperan dalam menunjang kelancaran seluruh akti.fitas pelaksanaan proyek. Selain itu, biaya• biaya yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan persediaan merupakan komponen pembentuk biaya pelaksanaan proyek konstruksi yang terbesar sehingga membutuhkan dana atau investasi yang cukup besar pula. Perencanaan kebutuhan material dilakukan dengan metode Material Requirements Planning (MRP. Perencanaan diawali dengan melakukan peramalan akan jumlah permintaan/produksi untuk waktu yang akan datang yang dilakukan dengan metode Moving Average with Linier Trend dan metode Single Eksponential with Linier Trend. Proses peramalan ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa program WinQSB. Dari hasil peramalan tersebut kemudian dilakukan perbandingan biaya dengan
menggunakan metode Lot for Lot, Economic Order Quantity (EOQ) dan metode Periodic Order Quantity (POQJ, dan dari ketiga metode tersebut akan dipilih metode yang menghasilkan biaya paling minimum. Dari hasil perhitungan lot untuk produk K-225 dan K-250, total biaya yang didapatkan dengan menggunakan metode Lot For Lot (LFL) adalah sebesar Rp.13.318.259.478,- .dengan metode Periodic Order Quantity (POQ) sebesar Rp. 13.436.349.543,- dan dengan metode Economic Order Quantity (EOQJ sebesar Rp. 13.334.818.471,-. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa untuk produk K-225 maupun K-250, teknik perhitungan lot yang menghasilkan total biaya persediaan paling minimum yaitu dengan menggunakan metode Lot For Lot (LFL). Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu perusahaan dalam menentukan perencanaan kebutuhan material yang tepat dalam proses produksi ready mix concrete.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK