<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120514">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA ALIRAN UAP DAN GAS ASAP PADA KETEL UAP EMO DDHI 50-10 PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zaki Umaya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketel  uap adalah suatu pesawat  konversi  energi yang berfungsi untuk merubah air  menjadi uap dengan   memanfaatkan panas hasil   proses pemb akaran  zat  kimia pada  bahan   bakar.   Ketel   uap  yang  digunakan  pada  PT.   Coca-Cola   Bottling Indonesia  (PTCCBI)   adalah  ketel  pipa api merek EMO  DDH1 50      10.   uap yang dihasilkan sebesar  5000  Kg  jamnya,  dengan  suplai  bahan  bakar maksimal  405 Kg/ jam  pada   temperatur   860.41&quot; C  dan  tekanan  dalam   ketel  18  kg/cm pada  suhu maksimal 203°  C.  Penganalisaan dilakukan  dengan  memasukkan  data  operasional kedalam persamaan yang ada pada literatur dan membandingkan dengan  data aktual yang diperoleh dari pabrik.   Tujuan penganalisaan  adalah untuk  mengetahui besar uap yang dihasilkan  oleh gas asap hasil pembakaran  yang di dapan secara  teoritis dan kemudian  di  bandingkan  keadaan  aktual di  lapangan  serta menyeimbangkan panas pada ketel  (neraca  kalor).  Jumlah kerugian panas pada ketel sebesar  22.69% atau  1165  kW.  Kerugian  panas disebabkan   oleh  banyak  faktor  dan  tidak  adanya pemanfaatan  panas pada cerobong.&#13;
&#13;
Kata kunci : uap saturasi, ketel pipa api</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120514</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 20:28:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 20:28:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>