<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120506">
 <titleInfo>
  <title>DESAIN ALTERNATIF JEMBATAN KRUENG RABA LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. IRFAN HIDAYAT A</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bencana   gempa   dan   Tsunami   pada   akhir   2004   yang   lalu,   telah   menyebabkan putusnya Jembatan Krueng  Raba Lhoknga Kabupaten  Aceh Besar.  Jembatan  Rangka Krueng  Raba dibangun  kembali  pada  tahun 2007  atas bantuan  United States Agency International Development (USAID).  Tugas akhir  ini membahas  tipe alternatif untuk Jembatan  Krueng Raba yaitu jembatan rangka baja dengan dua buah lantai kendaraan (double deck) yaitu  dek  atas  dan  bawah,  berukuran   panjang  80 m,  lebar  9 m  dan ketinggian    lantai   6   m.    Lantai   bawah   diperuntukkan   bagi  mobil   penumpang, kendaraan   bermotor   dan  pejalan  kaki, sedangkan   lantai  atas  bagi  truk clan  bus. Perhitungan  struktur  rangka  jembatan  dilakukan  menggunakan   program   SAP2000, sedangkan   perhitungan  plat   lantai,   penghubung   geser  dan   sambungan dilakukan secara manual.  Profil  yang  diperoleh  untuk  batang  atas,  batang  bawah dan  vertikal adalah    WF500x200x10,    batang   diagonal    WF400x400x45,   gelagar   memanjang WF300x200  dan WF350x350,  sedangkan  gelagar  melintang  WF400x400.  Tebal plat atas  dan  bawab   adalab   200  mm dan  250  mm.  Penulangan   lentur  positif,   lentur negatif,  tulangan  atas,  dan  tulangan  bawab untu.k lantai  atas,  serta  tulangan  lentur positif,  lentur  negatif,  tulangan  atas,  tulangan  bawab  untuk  lantai bawah  berturu t•&#13;
tunrt adalah D16-250 mm, D16-300 mm, D16-300  mm, D14-300 mm, D16-200 mm, D16-300   mm,  D16-300  mm dan  D14-300  mm.  Pengbubung   geser  pada  gelagar melintang  yang digunakan  adalah tipe stud berdiameter  ¾&quot;, tinggi  150 mm danjarak antar   stud  600  mm.  Sambungan   baut  antara   gelagar   melintang   dan  memanjang sebanyak   4  buah,   gelagar   melintang   dan   rangka   sebanyak   4  dan 5   buah,   dan sambungan  batang  atas,  batang  bawah,  vertikal  dan  diagonal pada rangka masing• masiog 40, 40, 40 dan 24 baut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120506</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 19:51:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 19:51:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>