TINJAUAN PENGGUNAAN MATERIAL BAHAN BEKAS UNTUK KONSTRUKSI JALAN RAYA (STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHAN BEKAS BANGUNAN SEBAGAI AGREGAT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINJAUAN PENGGUNAAN MATERIAL BAHAN BEKAS UNTUK KONSTRUKSI JALAN RAYA (STUDI KASUS PENGGUNAAN BAHAN BEKAS BANGUNAN SEBAGAI AGREGAT)


Pengarang

Wahyu Apriadi Saputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0204101020109

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tugas akhir ini mengambil judul Tinjauan Penggunaan Material bahan bekas Untuk Konstruksi Jalan Raya dengan Studi kasus penggunaan bahan bekas bangunan Sebagai Agregat. Dengan meningkatnya pemakaian agregat untuk bahan konstruksi jalan semakin berkurang sumber pengambilan agregat itu sendiri. Akibatnya diperlukan suatu bahan alternatif yang lebih ekonomis dan memenuhi persyaratan. Salah satu alternatif adalah daur ulang bahan bekas bangunan yang tidak: dipakai lagi dimanfaatkan kembali untuk pembangunan jalan. Objek penelitian ini adalah bahan bekas bangunan yang berasal dari
jalan T. Iskandar Muda Km 2, Ulee Lheue Banda aceh. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisa karakteristik aspal beton yang menggunakan bahan bekas bangunan sebagai agregat dengan job mix standar. Dalam penelitian ini bahan pengikat digunakan semen Portland. Persen penambahan bahan bekas bangunan kedalam campuran aspal penetrasi
60/70 yang digunakan adalah 20% terhadap total berat agregat. Persen peringkat kadar aspal
yang dicampur dalam agregat adalah 5%, 5.5% dan 6% terbadap berat total campuran. Tiap persen kadar aspal dibuat 3 (tiga) benda uji, yaitu 3 benda uji dari campuran job mix standar dan 3 benda uji dari campuran dengan penambaban ban sebagai agregat, sehingga jumlah benda uji sebanyak 9 buah. Pengujian benda uji dengan alat Marshall mengikuti prosedur AASTHO T-295-74. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil aspal semen dengan penambahan kadar ban bekas sebanyak 20% meoghasilkan nilai stabilitas 1552,12 kg, flow
3,75 mm, density 2,3 gr/cm, VFB 56,06 %, VIM 8,8 %, VMA 20,83 %, MQ 418,82
KN/mm. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Penambahan bahan bekas bangunan kedalam campuran aspal semen sebanyak 20% dapat digunakan sebagai bahan pencampur aspal untuk lapisan permukaan jalan karena karakteristiknya memenuhi persyaratan untuk lalu lintas berat yang ditetapkan AASHTO 1990.












Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK