<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120495">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA BANK FULL CAPACITY SUNGAI KRUENG MEUREUBO TERHADAP DEBIT BANJIR  PERIODE ULANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andhika Rajlan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh  Barat sebagai  salah  satu  kawasan  pengembangan pertanian  di Provinsi Nanggroe  Aceh  Darussalam sangat  didukung  oleh  sebuah  DAS dengan  potensi  debit yang besar, curah bujan yang  tinggi serta potensi  areal pengembangan pertanian  yang luas.  Sungai  Krueng  Meureubo  yang membelah Kota Meulaboh, ibukota  Kabupaten Aceh  Barat,  pada  bagian  hilimya  selain  memberikan  supply  debit  untuk  aktivitas makhluk  hidup, juga  menyimpan potensi  ancaman  banjir  yang  terjadi  setiap  tahun. Sungai  Krueng  Meureubo   dengan   luas  DAS   1.885   km' dan  panjang  sungai  utama ±148  km, mempunyai topografi  pada bagian  hulu DAS yang curam dan pada bagian hilir  sungai  yang  relatif  datar  merupakan  daerah  rendah  (depresion  storage)  yang rawan   terhadap   banjir.   Skenario   reduksi   muka   air  banjir  dengan   menggunakan storage  area  20  Ha  menurunkan   debit  puncak   periode   uJang   10  tahun   menjadi 1848.51   m'/det.  Penurunan  elevasi  muka air banjir rata-rata  adalah  14 cm atau 1.9 % dari  elevasi  muka  air  banjir  kondisi  eksisting.   Skenario  ini tidak  signifikan  untuk mereduksi  banjir,  namun  srorage  area  dapat  dipertahankao  sebagai  area penyimpanan  sementara   banjir  sebelum   dialirkan   kembali   ke  sungai.   Sedangkan skenario  reduksi  banjir  dengan  storage  area  20  Ha,  tanggul  dan  normalisasi   pada jarak 80 m  dari  titik  bank station  mereduksi   debit  puncak  periode  uJang  IO  tahun menjadi  1885 m'/det.  Skenario  ini dapat  direkomendasikan untuk  mereduksi  banjir. Radius  pengaruh  genangan  banjir (floodplain) dipertahankan  pada jarak  ±80  m dari titik bank station sungai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLOODS - ENGINEERING CONTROL</topic>
 </subject>
 <classification>627.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120495</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 15:33:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 16:04:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>