<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120491">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP SIFAT PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG DESA COT RUMPUN  MONTASIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUSRIL MAHENDRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada    suatu    perencanaan   konstruksi,   tanah    sebagai    tempat    atau   bahan konstruksi  diharuskan  memiliki   sifat  dan  karakter  yang  sesuai  dengan  persyaratan. Banyak   hal  yang  hams diperhatikan terutama bila  tanah tergolong  ke dalam  tanah kohesif yang sangat  rentan  terhadap air.  Dalam  keadaan  kering tanah  akan menyusut, keras  dan kuat,  sebaliknya pada  kondisi  basah  akan  mengembang, plastis dan sangat lemah.  Keadaan  ini sangat merugikan yang  dapat menyebabkan konstruksi jalan yang berelombang,  penurunan  pondasi   yang   berlebihan   dan   retak   serta   pecah   pada konstruksi ringan  seperti  lantai  dan saluran. Oleh karena  itu penelitian mengenai  sifat dan  karakter  tanah harus dilakukan  guna  mendapatkan  metode untuk menstabilisasi tanah  sesuai  dengan  kebutuhan  konstruksi.  Penelitian   ini dilakukan   untuk  mencari bahan   alternatif dengan   variasi   optimal   untuk  menstabilisasi  sifat   peogembangan tanah  lempung.  Berdasarkan aktifitas tanahnya, unsur penyusun  tanah ini adalah  illite. Menurut  AASHTO  (American  Association  of State  Highway  and  Transportation Officials)  tanah   ini  digolongkan  kedalam   kelompok   A-7-6   dan   menurut   USCS ( Unified Soil Classification Sistem) termasuk golongan  CH yang keduanya  diperoleh berdasarkan uji sifat fisis.  Variasi  penambahan abu cangkang  kelapa  sawit adalah  0%, 5%,  10%  dan  15%  berdasarkan berat  kering  tanah.  Pengujian meliputi free swelling test dan swelling pressure  test dengan  menggunakan benda uji yang merupakan hasil standard proctor test pada  kondisi  optimum moisture content (OMC)  dan  OMC-5%. Pada   kondisi   OMC-5%    dengan   penambahan   15%   abu   cangkang   kelapa   sawit,&#13;
didapati    penurunan   persentase    pengembangan   sampai    dengan    50,983%    dan penurunan tekanan  pengembangan sebesar 35,816%. Stabiiisasi  dengan bahan ini sangatlah   efektif  untuk  memperbiki   sifat  pengembangan   tanah  yang  disebabkan reaksi   kation   senyawa   kimia  abu  cangkang  kelapa   sawit  yang  menambah   derajat hidrasi dan semeotasi  pada tanah  serta sebagai filler yang mengisi  pori tanah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120491</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 15:11:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 15:11:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>