PENGARUH VARIASI DAKTILITAS TERHADAP RASIO TULANGAN TEKAN (P) PERLU PADA PERENCANAAN BALOK BETON BERTULANG HOTEL BERTINGKAT SEPULUH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH VARIASI DAKTILITAS TERHADAP RASIO TULANGAN TEKAN (P) PERLU PADA PERENCANAAN BALOK BETON BERTULANG HOTEL BERTINGKAT SEPULUH


Pengarang

Munawir - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0141110093

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persediaan abu batu sebagai filler dan aspal sebagai bahan pengi.kat sangatlah terbatas sehingga diupayakan penggunaan alternatif pengganti filler dan dilakukan impor aspal dari luar negeri. Permasalahan dalam penyediaan material penyusun jalan raya diharapkan dapat diatasi dengan adanya abu sekam padi sebagai filler dan aspal alam pulau Buton (asbuton) sebagai bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja campuran laston lapis aus atau Asphalt Concrete -Wearing Course (AC-WC) yang menggunakan abu sekam sebagai filler dan menggunakan bahan pengikat aspal pen 60/70 dengan penambahan asbuton. Agregat batu pecah dan abu sekam padi yang digunakan diperoleh dari Gampong Lampanah Kecamatan Indrapuri Aceh Besar. Benda uji yang dibuat terdiri dari dua kelompok besar yaitu: benda uji yang menggunakan abu batu dan aspal pen 60/70 (ABA) dan benda uji yang menggunakan abu sekam dan aspal pen 60/70 dengan penambahan asbuton (ASA). Penambahan asbuton dilakukan dengan empat variasi, yaitu 0% (ASA 0), 5% (ASA 5), 10% (ASA I 0), dan 15% (ASA 15) terbadap total berat campuran. Total benda uji yang dibuat berjumlah
75, untuk masing-masing jenis campuran (ABA, ASA 0, ASA 5, ASA 10, dan
ASA 15) dibuat 15 benda uji. Kadar aspal yang digunakan adalah sebesar 4,5%,
5,0%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5%. Spesifikasi yang digunakan mengikuti standar Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah tahun 2005 dengan menggunakan metode Marshall. Kadar aspal optimum untuk. masing-masing campuran adalah 5,6% (ABA), 6,0% (ASA 0), 6,3% (ASA 5), 5,9% (ASA 10), dan 5,8% (ASA 15). Karakteristik kekuatan campuran berdasarkan nilai stabilitas pada kondisi KAO dan rata-rata menunjukkan campuran ASA 10 lebih unggul dari campuran yang lain. Daya dukung filler abu batu (campuran ABA) terhadap stabilitas rata-rata campuran lebih besar daripada abu sekam (campuran ASA 0) dengan nilai stabilitas mengalami kenaikan sebesar 1,76%. Campuran yang menggunakan abu sekam sebagai filler dengan penambahan asbuton mampu bersaing dengan campuran yang menggunakan abu batu.












Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK