<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120478">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP NILAI PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG MONTASIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andi Parulian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karbit terhadap nilai parameter kuat geser tanah lempung. Tanah yang digunakan  dalam penelitian ini berasal  dari  Desa Cot  Seunong Kecamatan Montasik  Kabupaten Aceh Besar. Tanah tersebut menurut klasifikasi AASHTO tergolong jenis tanah berlempung dengan simbol kelompok A-7-6 (47).  Menurut USCS  termasuk  golongan tanah  berlempung  dengan simbol CH (Clay High)  dengan indeks plastisnya  adalah 48,17%. Limbah karbit adalah pembuangan sisa-sisa dari proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan)  yang menggunakan gas karbit (gas aseteline = CH) sebagai bahan bakar dan banyak mengandung unsur kalsium yaitu  sekitar 34%. Limbah karbit ini berasal dari bengkel las Nikmat di  Peunayong  Banda Aceh.  Penambahan limbah  karbit  dilakukan dengan variasi 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dari berat kering tanah. Pengujian direct shear dilakukan dengan   menggunakan alat  Direct Shear  Test (Uji  Geser  Langsung).  Benda uji  untuk direct shear dibuat pada kondisi kadar air  optimum (0MC) yang didapat pada pengujian pemadatan untuk masing-masing variasi campuran. Jumlah benda uji  sebanyak 48 sampel dan terdiri  dari 144  subsampel.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai  sudut geser (¢) dan  kohesi (c) secara umum meningkat. Nilai sudut geser (d)  tertinggi dicapai pada campuran 9% limbah  karbit dengan waktu  tunggu 2 hari yaitu sebesar 45,33,  sedangkan nilai  sudut geser (0)  terendah pada tanah tanpa campuran yaitu sebesar   13,41° tanpa waktu tunggu. Peningkatan nilai sudut geser (0) disebabkan karena pengaruh reaksi kimia dari  limbah  karbit  selama masa tunggu yang membuat gumpalan tanah semakin keras dan padat. Nilai kohesi (c) tertinggi dicapai pada tanah dengan campuran 3% limbah karbit dengan  waktu tunggu 2 hari yaitu  sebesar I1,22  kg/cm.  Nilai  kohesi  (c) terendah  pada tanah dengan campuran 9%  limbah karbit dengan waktu tunggu 2 hari yaitu sebesar 0,26 kg/cm.  Dengan demikian penambahan limbah  karbit dapat meningkatkan nilai sudut geser (0) tanah, namun jumlah  limbah karbit yang semakin banyak dapat menyebabkan nilai  kohesi  menjadi  menurun dikarenakan berkurangnya daya lekat  antar partikel  tanah tersebut.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120478</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 10:17:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-16 10:17:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>