Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR YANG MENGAKIBATKAN TERJADINYA KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI BANDA ACEH (STUDI KASUS TERHADAP MANAJER PROYEK DI BANDA ACEH)
Pengarang
Chairiah Amalia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0104101020023
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009
Bahasa
Indonesia
No Classification
692.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini berjudul Faktor Yang mengakibatkan Terjadinya Keterlambatan Proyek Konstruksi Di Banda Aceh (Studi Kasus Terhadap Manajemen Proyek Di Banda Aceh). Penelitian ini bertujuan menemukan faktor yang berpengaruh sebagai penyebab keterlambatan, dengan maksud agar proses perencanaan dan penjadwalan proyek kontruksi dapat dilakukan dengan lebih lengkap dan cermat, sehingga keterlambatan sedapat mungkin dihindari atau dikendalikan. Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik, kontraktor dan manajemen proyek. Jika pelaksanaan proyek tidak selesai tepat pada wak:tunya atau terjadi keterlambatan dalam pelaksanaannya maka hal ini akan merugikan pemilik, kontraktor, manajer proyek dan personil-personi yang terkait didalam struktur organisasi manajemen proyek, yang akan berpengaruh terhadap pelaksana proyek konstruksi tersebut. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Data yang penulis gunakan berupa data primer dan data sekunder, data primer meliputi karakteristik responden dan kuisioner seperti pertanyaan - pertanyaan kepada responden berupa aspek perencanaan dan penjadwalan berilai 0,6628, aspek lingkup dan dokumen pekerjaan (kontrak) bernilai 0,7816, aspek sistim organisasi, koordinasi dan komunikasi bernilai 0,701, aspek kesediaan/penyediaan sumber daya bernilai 0,624, aspek sistim inpeksi kontrol dan evaluasi pekerjaan bernilai 0,7278, aspek lain-lain (aspek diluar kemampuan pemilik dan kontraktor) bernilai 0,707, sedangkan data sekunder berupa data mengenai jumlah responden sebanyak 30 manajer proyek pada proyek konstruksi yang dilaksanakan dari tahun Anggaran 2007 sampai tahun 2008 di Banda Aceh. Pengolahan data menggunakan perhitungan statistik dengan komputerisasi yang memakai analisis reliabilitas, variansi dan uji F. Dari basil pengolahan data dengan analisa reliabilitas diperoleh angka > 0,6 yang berarti kuisioner handal sehingga pengolahan data dapat dilanjutkan ke analisa variansi dan uji F. Faktor dari aspek lingkup dan dokumen pekerjaan (kontrak) merupakan faktor utama penyebab terjadinya keterlambatan proyek dengan nilai rata-rata sebesar 3,749. Aspek ini berisi 6 pertanyaan dan sedangkan nilai alpha tertinggi adalah 0,7816 yaitu dari aspek lingkup dan doumen pekerjaan (kontraktor), aspek lingkup dan dokumen pekerjaan (kontrak) ini berisikan 6 variabel pertanyaan. Untuk analisis variansi keseluruhan kelompok faktor terjadinya keterlambatan proyek konstruksi
diperoleh F = 3,645 dan Fkritis = 3,765 sehingga F < Fkritis, Sedangkan analisis
variansi dari masing-masing faktor yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan proyek diperoleh F = 23,09 dan Fkritis =4,25 sehingga F > Fkritis.
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN RISIKO BIAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDA ACEH (YOSI ARMIDA, 2020)
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB CONSTRUCTION WASTE PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH (SITI NURKHALIZA, 2023)
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PELAKSANAAN YANG BERDAMPAK TERHADAP WAKTU PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH. (DARMAWI, 2019)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA KONFLIK PADA PROYEK KONSTRUKSI DI BANDA ACEH (Zahratun Nisa, 2017)
PENJADWALAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA PADA PROYEK GEDUNG BPJN TAHAP I BANDA ACEH (Mhd Andika Prakarsa, 2019)