<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120401">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>SIMPANG LAMPEUNURUT, KABUPATEN ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Al Huda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Simpang   Lampeunurut   Aceh  Besar  adalah  simpang  berlengan   empat  yang tidak  diatur  oleh   lampu   lalu  lintas   maupun  bundaran.   Persimpangan  ini merupakan  salah satu  titik pertemuan  arus  lalu lintas  yang sering  dilalui oleh pengguna  transportasi dari  kabupaten  Aceh  Besar  menuju kota Banda  Aceh maupun  sebaliknya.  Pada kondisi  arus puncak  pagi, siang, sore persimpangan ini kerap terjadi konflik akibat tidak ada pengaturan  lalu lintas.  Oleh sebab itu,  pada  penelitian  ini  direncanakan   pengaturan   persimpangan   dengan memperlebar jalan minor.  Data yang diambil   pada  penelitian  ini adalah  data geometrik   simpang,  populasi  penduduk,   volume  lalu-lintas  yaitu  pada hari Senin,  Kamis  dan  Sabtu  pada jam pagi pukul  07.00-09.00  WIB, siang  12.00• 14.00   WIB  dan  sore   17.00-18.00   WIB.  Pada    perhitungan    ini   dilakukan manajemen  pengaturan  lalu  lintas  yang   terdiri   dari   perhitungan   eksisting simpang  tak   bersinyal. Hasil  perhitungan  pada  kondisi  eksisting  simpang  tak bersinyal   cliperoleh volume  3593  smp/jam,  kapasitas  4132 smp/jam,  derajat kejenuhan 0,870, tundaan  geometrik  simpang  4,030,  tundaan  simpang  14,617 dan peluang   antrian 30,358%-59,947%. Hasil perhitungan  setelah  perencanaan pelebaran jalan  minor pada  persimpangan  pada  hari  Senin diperoleh  kapasitas 4623  smp/jam,  derajat kejenuhan rata-rata 0,77,  tundaan  geometrik  simpang 4,051, tundaan   simpang  12,688   dan peluang antrian 24,416%  - 48,686%.  Dari perbandingan  kedua skenario ini, maka dapat disimpulkan  bahwa dengan perencanaan   pelebaran  jalan minor  dapat  mengurangi   derajat  kejenuhan  dan peluang antrian  kendaraan  menjadi lebih kecil pada simpang Lampeunurut Lampeunurut,  Aceh Besar.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120401</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-13 10:22:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-13 10:22:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>