<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="120394">
 <titleInfo>
  <title>PERCERAIAN TERHADAP PERKAWINAN SIRI (SUATU PENELITIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH NAGAN RAYA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azaman Kifli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
   AZAMAN KIFLI            PERCERAIAN TERHADAP PERKAWINAN &#13;
(2023)  &#13;
           SIRI (Suatu Penelitian di Mahkamah Syar’iyah&#13;
Nagan Raya)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala &#13;
(vi, 63),  pp., bibl., tabl.&#13;
(Syamsul Bahri, SHI., M.A.) &#13;
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan&#13;
sebagaimana telah di ubah dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019&#13;
Tentang Perkawinan selanjutnya disebut Undang-Undang Perkawinan (UUP).&#13;
Pasal 2 ayat (1) UUP menyebutkan bahwa: “Perkawinan adalah sah apabila&#13;
dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya”. Dan&#13;
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi&#13;
Hukum Islam, selanjutnya disebut (KHI). Pasal 6 ayat (1) KHI menyebutkan&#13;
bahwa: “perkawinan yang dilakukan di luar pengawasan pegawai pencatat nikah&#13;
tidak mempunyai kekuatan hukum”. Walaupun sudah terdapat aturan yang&#13;
melarang pernikahan siri, pada kenyataannya terdapat beberapa kasus pernikahan&#13;
siri yang dalam perjalanannya terjadi ketidakcocokan yang berakhir dengan&#13;
perceraian. Selanjutnya perceraian dari perkawinan siri itu diajukan ke Mahkamah&#13;
Syar’iyah Nagan Raya.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan&#13;
mekanisme perceraian dari perkawinan siri di Mahkamah Syar’iyah Nagan Raya.&#13;
Untuk mengetahui dan menjelaskan akibat hukum perceraian dari perkawinan siri&#13;
di Mahkamah Syar’iyah Nagan Raya.&#13;
Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis empiris. Data penelitian&#13;
ini diperoleh melalui penelitian lapangan berupa wawancara sebagai data primer&#13;
dan kepustakaan sebagai data sekunder yang diperoleh dari literatur terkait&#13;
ataupun Perundang-Undangan.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa&#13;
proses perceraian nikah siri pada dasarnya sama dengan perceraian biasa hanya&#13;
saja dalam perceraian nikah siri, terlebih dahulu harus mengajukan itsbat nikah&#13;
dalam surat gugatannya, sumber hukum dalam perceraian nikah siri adalah&#13;
ketentuan KHI yang mengatur tentang itsbat nikah pada pasal 7 ayat (2) bahwa”&#13;
dalam perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta, dapat mengajukan itsbat&#13;
nikah ke pengadilan agama.” akibat hukum dari perkawinan siri di mahkamah&#13;
syar’iyah yang penulis teliti adalah jika ketika terjadi perceraian suami&#13;
menceraikan istrinya maka istrinya berhak mendapatkan hak-haknya seperti hak&#13;
iddah suami wajib memberikan nafkah, pakaian, dan tempat tinggal begitupun&#13;
dengan hak-hak yang lainnya seperti harta gono gini.&#13;
Disarankan agar Kantor Urusan Agama (KUA) melakukan sosialisasi&#13;
kepada seluruh masyarakat terkait manfaat menikah di  Kantor Urusan Agama&#13;
(KUA) daripada menikah secara siri. Dan disarankan kepada pasangan yang&#13;
menikah secara siri jika ingin bercerai sebaiknya melakukan perceraian di&#13;
Mahkamah Syar’iyah agar masing-masing pihak mendapatkan hak sebagaimana&#13;
mestinya yang di atur dalam hukum indonesia dan hukum islam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIVORCE - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>346.016 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>120394</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-02-12 17:22:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-15 11:09:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>